Sibuknya RPH Dharma Jaya Jelang Iduladha

Para peternak semakin sibuk menjelang hari kurban, termasuk di Rumah Potong Hewan (RPH) PD Dharma Jaya. Semua usaha keras para peternak adalah demi menghadirkan kurban terbaik bagi pada penerima manfaat nantinya.

Jem sedang memberi makanan untuk ternak-ternaknya. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Jem sudah menjaga kandang sejak pagi buta, sebab ada lagi sapi-sapi yang datang datang. Ia kemudian meneruskan pekerjaannya pada Selasa (28/7) itu untuk merawat sapi-sapi hingga sore nanti. Beruntung ia tinggal tak jauh dari Rumah Potong Hewan (RPH) PD Dharma Jaya tempatnya bekerja.

“Kalau mau kurban memang begini, lebih sibuk daripada hari-hari biasa. Kalau kerjanya memang sampai sore, tapi saya stand by-nya itu 24 jam dalam sehari karena kadang sapi masuk pagi-pagi. Kita juga nanti yang angkut ke kandang,” cerita Jem.

Setiap harinya, Jem memberikan makan serta membersihkan kandang-kandang sapi ini agar sapi tetap dalam kondisi yang baik sampai hari pemotongan. Ia mencampur pakan dengan air agar sapi-sapi tetap cukup makannya, dan menyemprot kandang-kandang itu dari kotoran dengan selang air.

“Tapi kalau di kampung saya, di Sumba, kami sudah terbiasa merawat sapi-sapi ini sejak kecil. Jadi walaupun lebih sibuk, ya sudah biasa karena kami juga sudah didisiplinkan,” ujar Jem dengan logat Indonesia Timur yang kental.

Hari-hari Jem juga tidak jauh berbeda dengan Yudi. Ia baru saja menggiring puluhan ekor sapi ke kandang milik Global Qurban – ACT yang berada di RPH Dharma Jaya. Namun agak berbeda dengan Jem, Yudi lebih memilih tidur di saung yang dibuat sedemikian rupa dari bambu yang terletak di dekat kandang.


Sapi-sapi yang ada di kandang milik Global Qurban - ACT. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Saya tidur di sini semalaman (saung bambu) buat menjaga sapi-sapi. Tadi pagi kebetulan ada sapi Global Qurban – ACT lagi baru datang dari Kupang. Duduk-duduk sebentar di sini, nanti kalau sudah agak siang baru pulang,” tutur Yudi.

Yudi bercerita bahwa pada Iduladha ini ia bekerja secara sif bersama 3 orang lainnya. Jika ia menjaga sapi dari malam sampai pagi, nantinya akan ada yang menggantikannya untuk pagi sampai sore. Lalu berganti lagi orang lain di sore sampai malam, begitu seterusnya.

“Sapi Kupang ini biasanya minumnya kuat, bang. Sebentar-sebentar nanti minta minum. Jadi kita harus sedia air terus. Belum lagi kalau ada yang berantem seperti ini kan, harus dilihat,” katanya menunjuk dua ekor sapi yang sedang adu tanduk.

Semua ini untuk memastikan daging kurban terbaik sampai kepada penerima manfaat pada Iduladha nanti. Selain Jem dan Yudi, ada puluhan pekerja lainnya di RPH Dharma Jaya. “Kira-kira pekerja kita di RPH Dharma Jaya ini sekitar 40-50 orang,” kata Mohamad Adam Ali Bhutto selaku Direktur Usaha PD Dharma Jaya.


Sampai saat ini, RPH Dharma Jaya telah menyiapkan ribuan hewan dan sistem pemotongan untuk pendistribusian daging pada Iduladha nanti. “Kalau dari sisi jumlah hewan kurban ada 2.500 ekor, dengan kapasitas kandang sebanyak 3.000 ekor. Kami sudah menyiapkan juga fasilitas pemotongan di samping penyediaan hewan kurban. RPH kami menggunakan sistem otomatis, sehingga ada percepatan jumlah pemotongan hewan setiap harinya,” ucap Adam.

Setelah daging terpotong, rencananya RPH Dharma Jaya akan mendistribusikan daging langsung kepada penerima manfaat. Di sisi lain, RPH ini juga bekerja sama dengan Global Qurban – ACT. RPH Dharma Jaya sendiri menyambut baik kerja sama ini.

“Kami berharap kerja sama dengan Global Qurban – ACT berlangsung tidak hanya tahun ini, tetapi setiap tahun seperti halnya pada tahun 2018 saat Asian Games. Global Qurban – ACT adalah mitra kami dalam pelaksanaan pemotongan kurban hingga pendistribusian. Kami meyakini bahwa lembaga kemanusiaan seperti Global Qurban – ACT ini sangat bermanfaat buat masyarakat, dan kami RPH Dharma Jaya sangat senang bisa men-support,” ucap Adam. []