Sidoarjo dan Surabaya, Wilayah Pembuka Distribusi Ubi ke Pesantren

Sinergi Global Wakaf-ACT dan YP3I dalam program Selamatkan Petani Ubi dan kedaulatan pangan terus berlanjut. Sejak dipanen hari pertama, per Selasa (9/2/2021), mencapai 50 ton ubi telah didistribusikan ke puluhan pesantren di Jawa Timur.

Santri di Pesantren Al Hidayah Tanggulangin menerima kiriman ubi Global Wakaf-ACT dan YP3I.
Ilustrasi. Santri di Pesantren Al Hidayah Tanggulangin, Sidoarjo, menerima kiriman ubi Global Wakaf-ACT dan YP3I. Hasil panen ubi dari petani Mojokerto didistribusikan ke ratusan pesantren di Jawa Timur. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, SIDOARJO, SURABAYA – Lima puluh ton ubi sejak panen pertama sepekan lalu siap didistribusikan ke sejumlah pesantren di Jawa Timur. Per Selasa (9/2/2021), bantuan pangan berupa ubi menjangkau 12.400 santri di 62 pesantren di Jawa Timur.

Pesantren Al Hidayah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, menjadi salah satu tujuan distribusi ubi, Ahad (7/2/2021). Ketua Pesantren Al Hidayah Kyai Muhammad Syafii Misbah menyambut baik kiriman ini. Kyai Syafii juga mengapresiasi kolaborasi Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia dan Global Wakaf-ACT.

“Kalau kita merujuk pada apa yang dilakukan Global Wakaf-ACT dan YP3I saat ini. Kepada para dermawan yang tidak mungkin turun langsung ke ladang, tetap bisa membantu, saling berkolaborasi untuk kemandirian bangsa,” kata Kyai Syafii. Sebanyak setengah ton ubi yang diterima pesantren akan dikonsumsi bersama pengurus dan para santri.

Selain di Sidoarjo, ubi juga diantar ke Yayasan Prasadha Al Haromain di Kota Surabaya. Direktur Pendidikan Yayasan Al Haromain Muji Sampurno pun menyambut baik aksi ini. Menurut Muji, melalui kolaborasi para dermawan, Global Wakaf-ACT, dan YP3I, pesantren sebagai bagian masyarakat turut dilibatkan.

“Kami ada sekian cabang pesantren, dengan bantuan ini bisa membantu kebutuhan logistik kami. Di sisi lain, program ini juga membantu para petani,” jelasnya.

Panen ubi dalam aksi menyelamatkan petani ubi dilakukan di sejumlah desa di Kecamatan Trawas dan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Melibatkan santri, relawan MRI, komunitas, dan cabang ACT se-Jawa Timur.

Mohammad Jakfar dari Tim Program Global Wakaf-ACT melaporkan, hingga Selasa lalu, ada 13 pesantren di Surabaya yang menerima hasil panen ubi ini, 16 pesantren di Sidoarjo, 9 pesantren di Pasuruan, 11 pesantren di Malang, 2 pesantren di Mojokerto, dan 11 pesantren di Mojokerto.[]