Silaturahmi ke Keluarga Nisreen, ACT Palestina Serahkan Bantuan Biaya Hidup

Tim ACT Palestina mengunjungi kediaman keluarga Nisreen Abu Kamil, seorang istri sekaligus ibu pengidap kanker dan diabetes yang saat ini dipenjara oleh otoritas Israel. Dalam kunjungannya, tim memberikan bantuan biaya hidup bagi keluarga Kamil di Kota Gaza.

nisreen abu kamil
Tim ACT Palestina bersilaturahmi ke kediaman Nisreen Abu Kamil di Kota Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Nisreen Abu Kamil (46) merupakan seorang wanita di Palestina yang telah dipenjara selama enam tahun oleh otoritas  Israel. Kisah Nisreen menjadi terkenal di jagat maya karena ia ditahan tanpa alasan yang jelas, dan tengah berjuang melawan penyakit kanker dan diabetesnya di dalam penjara. Sementara zionis Israel dilaporkan tidak memberikan perawatan atau obat apapun kepada Nisreen.

Di rumah Nisreen di Kota Gaza, suaminya Hazem Abu Kamil dan anak-anaknya selalu menunggu kehadiran Nisreen di rumah. Setiap hari mereka akan mencoret tanggal di kalender yang tergantung di dinding rumah mereka. Menghitung hari hingga waktunya sang ibunda dibebaskan.


Anak-anak Abu Kamil mencoret tanggal di kalender untuk menghitung hari hingga ibunya dibebaskan. (Dokumen Istimewa)

Pada Senin (20/9/2021), tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palestina berkesempatan bersilaturahmi  kediaman keluarga Nisreen Abu Kamil. Di sana, Hazem Abu Kamil menceritakan bahwa ia dan anak-anaknya sangat merindukan sosok Nisreen, dan berharap agar Nisreen dibebaskan sesegera mungkin.

"Kami sangat bersemangat menunggu hari itu (kebebasan Nisreen dari penjara), hanya Allah yang tahu betapa kami sangat merindukannya. Sungguh dia adalah korban kezaliman," ujar Hazem kepada tim ACT.

Dalam kunjungan tersebut, tim ACT Palestina turut memberikan bantuan biaya hidup kepada keluarga Nisreen Abu Kamil. Hazem yang dulunya bekerja sebagai operator troli, telah kehilangan pekerjaan. Di sisi lain, anak-anaknya masih sangat membutuhkan biaya untuk sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saya tidak memiliki cukup uang untuk membeli kebutuhan harian bagi 11 anggota keluarga saya. Saat ini anak-anak saya masih sekolah, ada yang masih SMP dan SD. Mereka butuh perlengkapan sekolah dan biaya untuk makan dan minum. Tahun ini kami tidak mendapatkan bantuan dari siapapun, padahal saya juga ingin sekali memperbaiki rumah kami yang kondisinya sudah memprihatinkan. Jadi ketika Nisreen datang, dia akan menemukan rumahnya yang nyaman setelah sekian lama hidup di penjara," jelas Hazem.[]