Sinergi ASDP dan ACT, Siapkan Kapal 1.000 Ton untuk Palu

Sinergi ASDP dan ACT, Siapkan Kapal 1.000 Ton untuk Palu

ACTNews, SURABAYA – Kabar pilu dari Palu dan Donggala masih memenuhi layar kaca hampir seluruh televisi nasional. Tiap jam, duka disampaikan tanpa henti. Jumlah korban jiwa bertambah setiap hari, ratusan bahkan mungkin ribuan korban hilang tidak diketahui nasibnya. Sementara itu infrastruktur yang luluh lantak, menyisakan keterbatasan kebutuhan hidup.  Korban selamat, harus menghadapi krisis pangan, air, dan kebutuhan dasar lainnya.

Merespons masih peliknya kondisi di lokasi bencana Palu dan Donggala, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan KM Melinda berkapasitas angkut 1.000 ton untuk membawa bantuan logistik ke Palu.

Kepala Cabang PT ASDP Surabaya, Rudy B. Hanafiah mengatakan, sebenarnya di setiap peristiwa bencana, ASDP selalu mengirimkan armadanya, namun selalu terkendala dalam pendistribusian bantuan di lokasi.

“Kami tidak punya SDM khusus untuk mendistribusikan di lokasi bencana. Inilah kendala kami setiap akan memberangkatkan kapal bantuan. Sebab itu kami perlu bekerjasama dengan pihak lain yang profesional dalam mendistribusikan bantuan,” ujar Rudy, dihubungi via telepon seluler.

Lebih lanjut, Rudy mengatakan, kapal yang mengusung bantuan kemanusiaan ke Palu ini akan diberangkatkan dari dermaga Ujung, Tanjung Perak Surabaya. PT ASDP Indonesia Ferry menjalin kolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk mendistribusikan bantuan di lokasi.

“Ini adalah kali pertama kapal bantuan berangkat dari Surabaya. Akhirnya kami menghubungi Aksi Cepat Tanggap - Jawa Timur sebagai mitra dalam pemberangkatan bantuan ini,” jelasnya.

Target 1.000 ton bantuan

Kepala Cabang ACT Jawa Timur, Ponco Sri Ariyanto segera menyambut baik kerjasama ini. Apalagi mengingat bantuan dari masyarakat Jawa Timur yang disalurkan melalui ACT terus mengalir, dan bantuan itu harus segera tersalurkan ke Palu.

“Kami menyambut baik kerjasama dengan PT ASDP Surabaya yang menyediakan kapal untuk mengangkut bantuan ke lokasi bencana tsunami. Insya Allah target 1.000 ton yang akan diangkut dapat terpenuhi dari masyarakat Jawa Timur. Seluruhnya akan dikapalkan dengan KM Melinda,” ujar Ponco optimis.

Ponco memaparkan, bantuan yang akan dibawa KM Melinda masih terus dihimpun oleh ACT sampai batas terakhir 7 Oktober 2018.  Data yang sudah terhimpun, para donatur yang mengirimkan bantuan langsung ke gudang ACT di Dermaga Kalimas - Tanjung Perak, berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Bahkan rencananya, bantuan dari ACT Cabang Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga akan merapat ke Surabaya. “Semoga proses persiapan tidak terkendala dan pemberangkatan bantuan pada 8 Oktober 2018 lancar sampai di Pelabuhan Taipa, Palu,” pungkas Ponco.