Sinergi Kebaikan untuk Pendidikan

Yayasan Baitul Maal Perusahaan Listrik Negara Pusat Manajemen Proyek (YBM PLN Pusmanpro) bersama Aksi Cepa Tanggap (ACT) menghadirkan program Sahabat Pelajar Indonesia untuk murid di Semarang. Bantuan yang dihadirkan berupa perlengkapan sekolah, gawai untuk belajar daring hingga pembayaran tunggakan pendidikan.

sahabat pendidikan indonesia
Penyerahan simbolis bantuan pendidikan dari YBM PLN dan ACT untuk pelajar di Semarang. (ACTNews)

ACTNews, SEMARANG – Pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam keberlangsungan generasi bangsa. Sadar akan itu, Yayasan Baitul Maal Perusahaan Listrik Negara Pusat Manajemen Proyek (YBM PLN Pusmanpro) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) menghadirkan pendampingan bagi pelajar di Kota Semarang lewat program Sahabat Pelajar Indonesia.

Rangkaian dari program buah kolaborasi ini di antaranya penyerahan bantuan perlengkapan sekolah, gawai untuk belajar daring hingga pembayaran tunggakan biaya sekolah. Secara simbolis serah terima bantuan dilaksanakan di Jalan Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (8/10/2021).

“Sebagaimana tujuan bernegara kita, ACT pun terus berkomitmen untuk ikut memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu realisasinya kami tuangkan dalam program Sahabat Pelajar Indoensia,” ungkap Maruf Setiawan, Kepala Cabang ACT Jawa Tengah.

Sementara itu, Wahyudi, perwakilan YBM PLN Pusmanpro berharap, bantuan yang berasal dari zakat karyawan PLN ini mampu menyemangati para siswa. “Saya melihat antusias adik-adik untuk belajar sangat tinggi meskipun dalam keterbatasan. Program ini semoga terus berkelanjutan,” harap Wahyudi.

Untuk menentukan siswa yang mendapatkan bantuan ini, mereka telah melewati serangkaian seleksi dan asesmen langsung sehingga penyaluran benar-benar tepat sasaran. Ani, salah satu pengajar di Yayasan Pendidikan Syifaur Rahmah, mengaku, sangat terbantu dengan hadirnya program Sahabat Pelajar Indonesia.

“Beberapa siswa kami ada yang takut untuk berangkat sekolah lantaran menunggak pembayaran SPP berbulan-bulan. Padahal dari pihak sekolah tidak mempermasalahkan. Tapi syukur alhamdulillah bantuan dari YBM PLN dan ACT ini mampu menyemangati mereka kembali untuk bersekolah,” ungkap Ani.

Penerima bantuan berikutnya ialah Pesantren Ahbaabul Mukhtar, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Di pesantren ini terdapat beberapa santri yang belum menyelesaikan administrasi biaya pendidikan formal. Namun, semuanya telah tuntas melalui program Sahabat Pelajar Indonesia.[]