Sisi Lain Serikat Pekerja yang Getol Berbagi Kedermawanan

Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP KEP SPSI) PT NOK Indonesia menyalurkan donasi bagi para penyintas banjir bandang Masamba, Luwu Utara, serta bantuan sosial untuk masyarakat prasejahtera terdampak pandemi Covid-19.

Sisi Lain Serikat Pekerja yang Getol Berbagi Kedermawanan' photo
Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia Hermawan saat diwawancarai oleh ACT untuk berbagi inspirasi kedermawanan yang digerakkan oleh serikat pekerja di lingkungan pabrik untuk membantu saudara sebangsa yang kesulitan. (ACTNews/Fhirlian Rizqi Utama)

ACTNews, BEKASI – Pekerja pabrik kerap dicitrakan dengan sebutan buruh sebagai kelas pekerja paling bawah, berupah rendah, dan tingkat kesejahteraan yang minim. Belum lagi aksi-aksi demonstrasi dan tuntutan kenaikan gaji yang sering dilakukan, membuat kalangan tersebut menjadi sorotan banyak pihak. 

Terlepas dari kontroversi itu, nyatanya kalangan pekerja pabrik pun memiliki kisah-kisah inspiratif dengan rasa kepedulian yang tinggi. Seperti yang dilakukan oleh kalangan pekerja dari Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP KEP SPSI) PT NOK Indonesia. Serikat pekerja salah satu perusahaan di Cibitung, Kabupaten Bekasi, itu tidak hanya getol dalam memperjuangkan hak-hak anggotanya, namun juga memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi dengan aktif menjalankan program sosial kemanusiaan. 

Belum lama ini, mereka menyalurkan donasi bagi para penyintas banjir bandang Masamba, Luwu Utara, serta bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana secara swadaya dari para karyawan PT NOK Indonesia. 

Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia Hermawan mengatakan, program sosial dan kemanusiaan di organisasinya sudah menjadi agenda yang masuk ke dalam program kerja tahunan. 

“Kegiatan sosial harus dilakukan secara khusus, baik dengan cara penggalangan dana swadaya dari karyawan maupun dari kas organisasi dan kerja sama dengan pihak lain di dalam perusahaan, seperti koperasi dan manajemen perusahaan,” ujar Hermawan kepada ACT News, Kamis (15/10).

Ia melanjutkan, berdonasi merupakan salah satu bentuk syukur nikmat yang mereka dapatkan di perusahaan. Misal, perusahaan mereka tetap dapat menunaikan upah dengan semestinya di tengah roda ekonomi yang cukup terdegradasi akibat pandemi. 

“Bentuk syukur juga dari para karyawan, mereka tidak keberatan untuk berbagi dan menyumbangkan sebagian rezekinya. Kami berharap, Allah SWT mudahkan dan berkahi apapun hasil yang kami perjuangkan di organisasi,” ujarnya. 

Serikat pekerja yang Hermawan pimpin itu berdiri sejak 4 Maret 2004. Saat ini anggotanya berjumlah 1.092 orang. Hermawan pun berharap mereka orang dapat memberikan manfaat untuk banyak orang yang membutuhkan, salah satunya dengan menggandeng pihak lain yang terpercaya seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

“Kerja sama yang dilakukan dengan ACT sendiri sudah dua kali. Kami berharap ke depan dapat terus bersinergi sehingga niatan kami untuk membantu dapat terlaksana. Melihat rekam jejak yang sudah ada, kami mempercayakan ke teman-teman ACT,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Bekasi Ishaq Maulana mengapresiasi atas kedermawanan yang dilakukan oleh PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, para pekerja tidak berhenti untuk terus berbagi. 

“Kami berharap agar sinergi ini bisa terus terjalin guna membantu masyarakat yang kesulitan. Kami juga tidak lupa mengajak kawan-kawan pekerja yang lain untuk membantu mengurangi beban mereka yang kesulitan dengan kedermawanan lewat laman Indonesia Dermawan,” ujar Ishaq.[]