Sistem Kesehatan Suriah Kolaps, Pengungsi Makin Sulit Berobat

Belasan rumah sakit di Suriah terancam tutup karena kekurangan dana operasional. Jutaan warga Suriah terancam kesulitan mendapat pelayanan kesehatan yang layak.

krisis kesehatan suriah
Ilustrasi. Rumah sakit di Suriah kekurangan dana operasional. (Dok. Reuters)

ACTNews, IDLIB – Direktorat Kesehatan Idlib (IHD) menyatakan sekitar 18 rumah sakit di Suriah terancam tutup setelah pemotongan dana operasional yang cukup besar dari pemerintah. Hal ini pun semakin membebani sektor kesehatan Suriah.

IHD memperkirakan jutaan warga Suriah, khususnya pengungsi, akan terdampak krisis sistem kesehatan ini. Mereka akan semakin sulit berobat dan mendapat layanan kesehatan yang layak.

Dr Salem Abdan, direktur IHD, mengatakan kebutuhan operasional rumah sakit juga ditunjang oleh sejumlah organisasi kemanusiaan internasional. Namun, dukungan tersebut telah berhenti selama beberapa bulan terakhir.

Pemotongan dana telah memaksa staf rumah sakit bekerja tanpa bayaran dengan sumber daya yang sangat terbatas. Rata-rata kemampuan operasional rumah sakit telah berkurang hampir 80 persen.

"Pengurangan layanan telah mempengaruhi pusat-pusat medis di kota Idlib, Salqin, Harem, Jericho, Atma dan Kelli. Rumah sakit khusus Al-Dakhiliyah di Idlib, yang melayani 9.400 orang per bulan harus memangkas sebagian besar operasinya," kata Abdan dalam sebuah pernyataan.

Departemen-departemen yang terpaksa ditutup termasuk penyakit dalam, perawatan anak, kesehatan ginekologi dan reproduksi, dan layanan panggilan ambulans.

Sistem perawatan kesehatan di Suriah telah bertahun-tahun menghadapi cobaan sejak konflik di Suriah pecah 2011. Menurut Physicians for Human Rights (PHR), ada 350 fasilitas kesehatan yang rusak imbas serangan selama konflik.[]