Siswa SD di Malang Belajar Mitigasi Bencana

Siswa di 4 SD di Kabupaten Malang mengikuti rangkaian edukasi mitigasi bencana melalui kegiatan Humanity Day.

Siswa SD di Malang Belajar Mitigasi Bencana' photo

ACTNews, KABUPATEN MALANG – Aksi Cepat Tanggap Malang bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar Humanity Day. Kegiatan edukasi mitigasi bencana, kemanusiaan dan kerelawanan untuk pelajar ini diselenggarakan pada Senin (30/7). Humanity Day berlangsung di empat sekolah di kabupaten Malang, di antaranya SD Negeri 1 Pringgodani, SD Negeri 2 Pringgodani, SD Negeri 4 Pringgodani, dan SD Negeri 5 Pringgodani di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Humanity Day bertujuan untuk menumbuhkan sikap dan perilaku tangguh bencana dan jiwa kerelawanan dalam diri siswa. Kegiatan tersebut meliputi simulasi mitigasi gempa SMAB (Sekolah Madrasah Aman Bencana) dan edukasi kemanusiaan dan kerelawanan. Dalam hal ini, siswa berperan penting dalam pencegahan dan penanggulangan bencana.

Drs. Gozali selaku Kepala Sekolah SDN 1 Pringgodani dan SDN 2 Pringgodani mengapresiasi kegiatan Humanity Day. Hal ini mengingat pelatihan mitigasi bencana untuk siswa SD baru pertama kali diadakan di Bantur, Kabupaten Malang. 

"Kreativitas dan keberanian para relawan MRI-ACT Malang untuk mengadakan kegiatan ini sangat membanggakan, dan patut di apresiasi. Semoga ke depannya kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak dari kalangan siswa dan siswi yang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Edukasi kebencanaan ini sangatlah penting melihat kondisi Indonesia yang rawan terhadap bencana," terang Gozali.


Gozali berharap peserta kegiatan bisa menjadi fasilitator untuk memberikan pemahaman kepada siswa lainnya dan masyarakat tentang mitigasi bencana. Dengan demikian, ketika terjadi sebuah bencana yang tak terduga, semuanya dalam kondisi siap siaga.

Para siswa berkesempatan untuk mempraktekkan teknik dan cara berlindung ketika terjadi gempa, mengevakuasi diri lewat jalur evakuasi, dan lainnya.  Tampak para siswi aktif ketika melakukan simulasi mitigasi bencana ini.

Furqon Eka Wisnu dari tim MRI Malang yang mengawal Humanity Day berharap kegiatan tersebut dapat terus dilakukan di seluruh Malang Raya. “Tidak hanya terbatas di sekolah-sekolah, mitigasi bencana juga dapat dilakukan bersama masyarakat, bahkan korporasi,  mengingat Malang Raya juga merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana alam yang cukup beragam,” katanya. []

Bagikan