Siswa SD Salman Al-Farisi Belajar Mitigasi Gempa

Siswa SD Salman Al-Farisi Belajar Mitigasi Gempa

ACTNews, BANDUNG – Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar pelatihan mitigasi bencana di Sekolah Dasar Salman Al-Farisi, Bandung, Jumat (1/3).  Acara yang mencapatkan perhatian dari tak kurang 115 siswa ini bertujuan mengedukasi siswa untuk tak panik saat bencana datang, khususnya gempa bumi. Peserta merupakan mereka yang telah duduk di kelas 6 dan dipandu oleh 10 orang relawan.

Octa, salah satu anggota MRI Kota Bandung mengatakan, mitigasi ini dipantu oleh relawan yang telah berpengalaman dan terampil. Selain terampil dalam bidang kebencanaan, juga bidang lain, seperti medis. “Acara ini mengajarkan anak-anak untuk tak panik saat bencana datang,” ungkapnya, Jumat (1/3).

Octa menambahkan, mitigasi ini dapat bermanfaat bagi para peserta. Walau bencana seperti gempa bumi tak dapat diprediksi, individu wajib mempersiapkan diri. Pengetahuan dasar tentang kebencanaan diberikan, agar tidak terjadi kepanikan saat bencana datang. “Selama ini panik menjadi permasalahan saat gempa, panik dapat mengacaukan proses penyelamatan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Materi kebencanaan serta mitigasi diberikan selama tiga jam. Dampak bencana serta tindakan pertama kepada korban bencana menjadi materi utama, yang dikemas menarik dengan penayangan video. Antusias terlihat dari para peserta yang semua masih dalam usia anak-anak.

Selain materi kebencanaan serta mitigasi, ACT dan MRI juga memutarkan video berisikan materi Indonesia Selamatkan Palestina. Tak sedikit peserta yang masih dalam umur anak-anak ini, merasa haru.

Kepala Sekolah SD Salman Al-Farisi Ardini Suryati mengutarakan rasa terima kasihnya atas diselenggarakannya acara mitigasi ini. Ia mengharapkan, acara serupa dapat rutin diadakan untuk mematangkan kesiapan anak-anak muridnya menghadapi bencana. “Kegiatan serupa semoga bisa kembali diselenggarakan, kami ingin masukan mitigasi kebencanaan ini kedalam kurikulum resmi sekolah,” ungkap Ardini. []