Social Distancing, Ikhtiar Hambat Penyebaran Covid-19

Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk membatasi jarak sosial atau social distancing. Berbagai upaya social distancing dilakukan, mulai dari meliburkan sekolah, mengadakan kuliah jarak jauh, menutup tempat wisata, hingga mengimbau perusahaan untuk mempekerjakan karyawan dari rumah.

Social Distancing, Ikhtiar Hambat Penyebaran Covid-19' photo
Momen ini terjadi seusai pembukaan Munas IX HKTI di Istana Negara pada Kamis (12/3) lalu. Jokowi terlihat melakukan salam namaste kepada tamu hadirin. (Dokumen Biro Pers Setpres)

ACTNews, JAKARTA - "Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," demikian imbauan Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Bogor pada Ahad (15/3) lalu. Imbauan ini disampaikan sebab merebaknya virus corona atau Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia.

Langkah ini bermaksud agar penyebaran Covid-19 bisa terhambat. Imbauan yang sama datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pesan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Mengingat penularan virus corona melalui interaksi sosial, maka Anies mengimbau warga Jakarta untuk melakukan social distancing measure.

“Yaitu menjaga jarak antar warga, mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik, menjauhi tempat-tempat berkumpul orang banyak,” kata Anies.

Ia mengimbau warga Jakarta untuk tidak keluar rumah kecuali sangat penting dan sebisa mungkin melakukan pertemuan jarak jauh, menghindari tempat yang berpotensi penularan, dan menunda kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.


Lokasi wisata Ancol disemprot cairan disinfektan. (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Selain itu, peribadatan juga disarankan untuk dilakukan di rumah. Resepsi pun disarankan untuk ditunda atau diadakan dengan pengawasan yang ketat oleh penyelenggara. Demikian juga para pelajar yang libur tidak disarankan berwisata, apalagi keluar kota bahkan sampai mudik. Ini semua semata dilakukan untuk membatasi penularan virus corona.

“Kedisiplinan adalah kunci. Dan dalam masa-masa wabah seperti ini jangan sungkan untuk menjaga jarak sosial. Itu dilakukan demi menjaga kebaikan kita semua, demi menjaga keselamatan kita semua,” jelas Anies.

Social distancing disambut baik oleh para pakar kesehatan. Salah satunya Dokter Panji Hadisoemarto, M.P.H, lulusan Harvard T.H.Chan School of Public Health dan Dosen Departemen Kesehatan Publik dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Dikutip dari Kompas, ia berkata bahwa kita tidak harus melakukan lockdown, tetapi yang diperlukan adalah social distancing atau menjaga jarak sosial.

"Saya tidak bisa menjawab dengan pasti (kapan harus dilakukan social distancing), tapi satu jawaban tentatif yang selalu saya berikan adalah 'The sooner the better' (semakin cepat semakin baik)," ujar Panji pada Webinar Menghadapi Covid-19 di Indonesia’ oleh Harvard Club of Indonesia, Sabtu (14/3) lalu.


Panji lantas menjelaskan bahwa
social distancing sendiri memiliki skala yang luas. Social distancing bisa dilakukan secara pribadi dengan menghindari keramaian atau orang yang sedang sakit, atau dilakukan oleh pemerintah dan otoritas dengan memberlakukan kebijakan untuk tidak ke kantor dan berkerumun. Lebih bermanfaat lagi kalau social distancing ini mendahului community transmission, yang menurut klasifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah kondisi di mana sebagian besar kasus yang terkonfirmasi tidak bisa dihubungkan melalui rantai penularan.

Sejumlah langkah antisipasi telah diambil oleh daerah-daerah tersebut. Salah satu langkahnya yakni dengan meliburkan sekolah-sekolah sampai kuliah jarak jauh, bekerja dari rumah, dan menutup sejumlah tempat wisata.

Misalnya Pemprov DKI Jakarta yang telah mengimbau perusahaan-perusahaan di ibu kota untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home). Masih data dari Kompas, imbauan itu disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 14/SE/2020 tentang Imbauan Bekerja dari Rumah (work from home) yang diterbitkan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah, pada Ahad (15/3) lalu.

Usaha pencegahan juga tetap dilakukan oleh berbagai pihak yang memang mesti beraktivitas di luar, seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan. Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah membantu pencegahan seperti ini dengan membagikan ratusan ribu masker gratis kepada publik di Bandara Soekarno Hatta dan WNI yang berada di Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Cina.

Penyuluhan juga terus dilakukan. Hingga Kamis (12/3), setidaknya 13.500 orang telah mendapatkan penyuluhan pencegahan penyebaran Covid-19 dari ACT. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan diluaskannya sosialisasi di luar Jakarta. "Tim medis kami juga memberikan Training of Trainers di cabang-cabang ACT di seluruh Indonesia. Harapannya, penyuluhan ini dapat meluas hingga ke wilayah terpencil," kata Dokter Muhammad Riedha Bambang dari tim medis ACT. []