Somalia dengan Jiwa Baru

Somalia dengan Jiwa Baru

Somalia dengan Jiwa Baru' photo

Mariam Kasim

Menteri Kebencanaan Nasional Somalia

 

Bencana itu, awal perbaikan bangsa dan negara sepanjang kita bisa menginsyafinya.

Kami tahu betul dalam beberapa tahun belakangan ini dunia, khususnya dunia Islam, sedang dilanda begitu banyak sekali masalah. Apa yang terjadi di Somalia, ini adalah ujian dari Allah SWT, dan insyaAllah kami semua bisa melalui ujian ini dengan tabah dan sabar. Sejak awal ’90-an, Somalia mengalami banyak konflik berkepanjangan hingga lebih dari 20 tahun lamanya. Kami merasa bahwa karena konflik inilah kemudian musibah demi musibah mendera Somalia seperti beruntun saja. Kami menginsyafi itu, dan sekarang terus berusaha memperbaiki diri.

Pemerintah Somalia telah merespon bencana kekeringan dan kelaparan ini, sudah merancang dan menyiapkan satu sistem serta rencana kerja berdasarkan riset panjang, yang lebih baik untuk bisa mengatasi masalah-masalah kekeringan yang dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

Namun, ini "Somalia Baru" yang berpenduduk 12 juta jiwa, hampir setengahnya mengalami masalah kekeringan dan kekurangan pangan. Ini bangsa yang baru saja bangkit dan masih terus berusaha bangkit. Masalah pengungsian menjadi sebuah perhatian besar bagi kami. Sebagian mereka (yang mengungsi) yang bermata pencaharian sebagai peternak dan petani itu, tak ingin mati kelaparan di kampungnya, itulah mengapa mereka mendekat ke kota-kota besar di Somalia ini. Termasuk mendekat ke Ibukota negeri, Mogadishu, demi mencari akses air dan pangan yang lebih cepat. Pergerakan masif ini tak bisa ditolak.

Sejujurnya kami belum memiliki daya dan upaya yang cukup kuat untuk mampu pulih dengan cepat. Untuk mengatasi masalah kekeringan dan kekurangan pangan ini, kami mengandalkan bantuan dari negara-negara muslim dan sahabat termasuk dari NGO seperti ACT ini. Bantuan dana bahkan juga kami gali sendiri dari diaspora Somalia yang berada di AS, Inggris, Skandinavia, Kanada dan banyak lagi.

Dalam waktu lima bulan terakhir ini dari saudara-saudara Somalia di perantauan itu, telah terhimpun dana sekitar USD 5 juta. Penggunaannya sepenuhnya digunakan untuk kepentingan penanganan bencana kekeringan dan kekurangan pangan ini.

Selain masalah kekeringan dan kekurangan pangan, masalah-masalah baru di bidang kesehatan juga bermunculan. Ini merupakan musibah yang bahkan potensinya melebih bencana kekeringan, dalam jangka panjang. Somalia membutuhkan kawan untuk bisa menyelesaikan masalah-masalahnya. Beruntung kami memiliki sahabat seperti ACT yang mewakili rakyat Indonesia.

Mewakili rakyat Somalia, kami sampaikan rasa terima kasih tak terkira, atas rasa persaudaraan ini. Anda semua, sahabat dari ACT hadir khusus ke Somalia untuk menengok kami di sini. Inilah Somalia, meskipun dengan segala keterbatasannya, Anda kini hadir di tengah-tengah bangsa Somalia dengan jiwanya yang baru. 

Dengan keinsyafan menghadapi konflik dan bencana kekeringan yang panjang. Saya senang sekali menyambut kawan-kawan dari Indonesia yang jauh sekali, mewakili bangsanya, bukan dari unsur pemerintahnya. Selamat datang di Somalia, ini adalah negeri Anda sendiri. Sebagai muslim kita bersaudara. Kita bisa bebas membincang semua kebaikan yang akan kita wujudkan bersama.

-----

* Tokoh ini bergelar Dokter,  Obgyn.Med., MBH. Ia salah seorang pembaruan, aktivis pendidikan dan pemberdayaan yang cukup dihormati orang Somalia berkat karya dan sumbangsihnya untuk dunia pendidikan. Pernah membuat satu program monumental bernama ‘Somalia Goes to School”, ini program pemberian akses bersekolah gratis bagi anak-anak Somalia.

Tag

Belum ada tag sama sekali