Sopir Angkot: Pendapatan Kami Terus Menurun Saat Corona

Meluasnya penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia membawa beragam dampak. Bagi pekerja harian seperti sopir angkot, pandemi ini seakan turut menggerogoti pendapatan mereka setiap harinya.

Hermanto saat hendak mengambil hidangan siap santap di Warteg Amanah, Depok. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, DEPOK Hermanto (62) memegang enam kupon makan gratis yang ia tukarkan di Warung Tegal (Warteg) Amanah yang lokasinya tak jauh dari kantor polisi sektor Sukmajaya, Depok. Ia terlihat antusias. Ditemani salah satu anaknya, Hermanto membawa enam porsi makanan siap santap yang bakal dihidangkan untuk keluarganya di rumah.

Usianya tak lagi muda, Hermanto merupakan seorang sopir angkutan umum trayek Terminal Depok-Depok Timur. Ia harus menghidupi seorang istri dan lima orang anaknya dari pekerjaannya ini. Namun, semenjak wabah corona menghantui Indonesia, Hermanto merasakan dampaknya. Penghasilannya tak sebanyak dahulu sebelum pandemi Covid-19 melanda. Sementara itu, kebutuhan enam anggota keluarganya harus tetap dipenuhi.

Ketika ditemui ACTNews di Warteg Amanah, Hermanto menuturkan, di hari itu, Selasa (31/3), ia baru mendapatkan uang puluhan ribu saja. Angka ini jauh dari setoran yang seharusnya. Biasanya, sebelum wabah, ia bisa mengumpulkan hingga ratusan ribu dan mampu membawa pulang uang Rp60 ribu - Rp90 ribu setelah dipotong untuk bensin dan setoran ke pemilik mobil. “Sekarang susah banget dapat penumpang, anak sekolah sama orang kerja kan banyak yang libur,” ungkapnya.

Hal yang sama dirasakan Amir, pengemudi angkot untuk trayek yang sama dengan Hermanto. Sejak Covid-19 mewabah, pendapatannya sangat berkurang. Ia sering tak mampu memberikan setoran sewa ke pemilik mobil angkot. Namun, Amir mengaku pemilik angkot bisa memahami kondisi yang saat ini terjadi.

Amir dan Hermanto merupakan beberapa di antara pekerja dengan gaji harian. Tak ada gaji tetap. Mereka bergantung pada orang lain yang menggunakan jasanya.

Melihat kondisi ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak beberapa pekan lalu mulai menggulirkan program Operasi Makan Gratis, yang menyediakan makanan siap santap secara cuma-cuma bagi masyarakat prasejahtera dan pekerja harian. Ditargetkan seribu warteg yang tergabung di Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) akan berkolaborasi menyediakan makanan siap santap.

Sugiono, Pengurus Kowantara Wilayah Depok, mengatakan, kolaborasi dengan ACT merupakan langkah baik untuk banyak orang. Tak hanya bagi penerima manfaat makanan siap santap saja, tetapi juga pengusaha warteg yang mengalami penurunan pendapatan selama wabah.

“Warteg saya sendiri nyaris saya tutup sementara karena pendapatan enggak mencukupi untuk menggaji karyawan sama operasional,” ungkap Sugiono, yang juga pemilik Warteg Amanah di Depok.

Selasa (31/3), Warteg Amanah menyediakan 100 makanan siap santap. Hidangan itu didistribusikan ke masyarakat prasejahtera di sekitar warteg serta pekerja harian seperti Amir dan Hermanto. Sugiono berharap, kolaborasi ini akan terus berlanjut, bahkan hingga wabah Covid-19 hilang. Pasalnya, banyak warga yang ekonominya masih lemah, bahkan saat tidak ada bencana sama sekali.[]


div style="text-align: center;">