Sosok Salmi Menjadi Tulang Punggung Keluarga di Tengah Pandemi

Menjual burger keliling dilakoni Salmi sebagai caranya menopang ekonomi keluarga. Rupiah demi rupiah dikumpulkan juga untuk membantu pengobatan sang suami dan pendidikan ketiga anaknya yang masih kecil.

act sulawesi selatan
Salmi saat meracik burger dagangannya. (ACTNews)

ACTNews, MAKASSAR Menjelang magrib di tengah keramaian kota, sosok perempuan mendorong gerobak seakan menjadi pemandangan di pinggir jalan sekitar Bundaran Pasar Pa’baeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Makassar . Tanpa ditemani siapapun, ia mencari rezeki untuk keluarga, termasuk membantu biaya pengobatan sang suami dan pendidikan ketiga anaknya yang masih kecil.

Salmi namanya. Perempuan tangguh ini merupakan seorang pedagang burger keliling yang menggunakan gerobak. Hampir setiap hari ia keliling mendorong gerobaknya dengan berjalan kaki. Jam 6 petang menjadi waktu dimulainya ia berdagang, hingga selesai sekitar pukul 1 duni hari. Bundaran Pasar Pa’baeng-Baeng menjadi lokasi ia mencari rezeki.

“Sekarang sepi pembeli, kadang sehari cuma bisa dapat uang 150 ribu, itupun kalau pas ramai,” ujar Salmi tentang kondisi dagangannya yang ikut terdampak pandemi.

Awal Agustus lalu, Salmi pun sempat mendapatkan ujian berupa kebakaran yang melanda tempat tinggalnya di Kompleks Lepping, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate. Rumah Salmi, yang jadi satu-satunya tempat tinggal, terbakar hebat. Beruntung gerobak jualannya tak ikut hangus terbakar. Akan tetapi, jualannya sempat terhenti dan tak mendapatkan penghasilan.

Beberapa hari pascakebakaran, Salmi memulai lagi usahanya. Kali ini, ada yang istimewa di awal usahanya setelah musibah. Ialah program borong dagangan dari Global Wakaf-ACT yang diimplementasikan pada burger dagangan Salmi.

Wajah bahagia tak bisa Salmi sembunyikan. Ucapan terima kasih pun terus terlantun untuk dermawan yang telah membantunya lewat Global Wakaf-ACT. Senang semakin memuncak saat Salmi tahu dagangannya dibagikan secara gratis ke masyarakat yang membutuhkan.[]