Stasiun Pompa Air Hancur Usai Dibom, Krisis Air Makin Parah di Suriah

Berbagai fasilitas publik di Idlib dilaporkan hancur termasuk stasiun pompa air utama yang melayani kebutuhan pasokan air untuk satu juta pengungsi di Suriah.

krisis air suriah
Stasiun pompa air yang hancur usai dibom. (Dok. AFP)

ACTNews, IDLIB – Bom dari pesawat tempur dijatuhkan ke sejumlah wilayah di Idlib, Suriah pada awal Januari 2020. Berbagai fasilitas publik di Idlib dilaporkan hancur termasuk stasiun pompa air utama yang melayani kebutuhan pasokan air untuk satu juta pengungsi di Suriah.

Seorang pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, serangan semacam itu memperburuk krisis kemanusiaan jutaan pengungsi Suriah. “Penghancuran infrastruktur sipil yang berkelanjutan hanya akan menyebabkan lebih banyak penderitaan warga sipil. Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil harus dihentikan,” kata wakil koordinator kemanusiaan regional PBB Mark Cutts.

Ada delapan serangan udara yang menerjang daerah pedesaan di Idlib. Daerah tersebut di antaranya Kansafra, Al-Bara di Jabal Al-Zawiyah, daerah Kafr Daryan, daerah sekitar kota Al-Jadidah dekat Jisr Al-Shughour, dan daerah Al-Namerah di Sahl Al-Rouj.

Dinas pertahanan sipil Suriah menyatakan, dua anak dan seorang wanita meninggal dalam serangan tersebut. Serangan udara juga turut menghantam peternakan unggas milik warga Suriah di dekat perbatasan Bab al Hawa.

Berdasarkan data Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, konflik di Suriah telah merenggut 3.882 jiwa orang pada tahun 2021. Sebanyak 383 di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, dan 193 wanita di atas usia 18 tahun.

Selain disebabkan oleh konflik yang merusak fasilitas air, krisis air di negara seluas lebih dari 185 ribu kilometer tersebut adalah perubahan iklim. Musim panas berkepanjangan telah membuat sungai-sungai yang merupakan sumber air minum dan sumber irigasi lahan bagi banyak petani Suriah mengering.[]