Stasiun yang Sepi Berdampak ke Usaha Paryati

Berjualan makanan dekat stasiun, Paryati (56) mengaku kini tak lagi banyak pembeli sebab jumlah penumpang kereta api yang sedikit. Ia bahkan sempat terpikir untuk berhenti berusaha karena hal tersebut.

Paryati adalah seorang ibu tunggal yang mesti menafkahi ketiga orang anaknya. (ACTNews)

ACTNews, BANYUMAS – Waroeng 3S namanya, tempat Paryati (56) mencari sumber penghidupan. Letaknya yang berada di Jalan Stasiun, Kelurahan Bantarsoka, Purwokerto Barat, dapat dikatakan cukup strategis. Bertempat dekat dengan Stasiun Raya Purwokerto Barat, membuat warung makan ini cukup berkembang.

Setidaknya itulah yang dirasakan Paryati tiga tahun belakangan semenjak memulai usaha warung makan ini. Pembeli pun tidak hanya datang langsung, tetapi juga bisa membeli masakan Paryati melalui ojek daring. Seharinya Paryati bisa untung bersih Rp 50 ribu hingga Rp100 ribu.

Tetapi semenjak pandemi, jalan usaha Paryati mengendur. “Penumpang kereta sudah enggak seramai dahulu, pelanggan dari pegawai kereta api juga sudah jarang mampir,” demikian tuturnya ditemui Tim Global Wakaf-ACT Rabu (30/6/2021) lalu.


Perlahan-lahan ia mencoba mengurangi ongkos produksi, dimulai dari menutup tokonya di pesanan daring. Tetapi itu belum cukup, sampai sempat terbesit juga untuk berhenti berjualan. “Sempat saya memutuskan untuk berhenti berjualan juga secara offline dan ingin memindahtangankan kontrak warung yang telah beliau sewa,” jelas Paryati. Tetapi niat ini ia urungkan.

Sebab ibu tunggal ini masih punya tanggungan tiga orang anak. Si sulung sedang tidak bekerja karena cedera, sementara si tengah dan bungsu masih duduk di bangku sekolah dasar. “Anak kedua saya masih SMA, dan inginnya dia lanjut lagi berkuliah,” ujar Paryati.

Untuk membantu usaha Paryati agar dapat berjalan lagi, Global Wakaf-ACT Purwokerto memberikan bantuan modal usaha kepada Paryati melalui Wakaf UMKM. Harapan Paryati dengan adanya bantuan ini, ia dapat menambah produk yang akan ia jual serta mengembangkan usahanya agar lebih besar lagi. []