Stok Pangan Hanyut, Penyintas Banjir Kabupaten Bekasi Pasrah

Dugaan warga tentang banjir akibat jebolnya tanggul sungai Citarum meleset. Akibatnya harta benda, stok pangan, dan hewan peliharaan hanyut tersapu air. Warga hanya bisa pasrah

Evakuasi banjir
Relawan ACT bersama TNI melakukan evakuasi warga yang menjadi korban banjir tanggul jebol sungai Citarum di Bekasi, Kamis (25/2/2021). Akibat banjir ini, lima desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi terendam. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BEKASI - Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi menyisakan duka mendalam bagi para korban. Stok pangan dan harta benda hilang tersapu air, rumah berantakan, banyak warga juga terjebak di lokasi bencana saat peristiwa terjadi. Perkiraan warga meleset.

Salah seorang korban banjir jebolnya tanggul Sungai Citarum, Mahfudin, warga Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi menceritakan bagaimana detik-detik kejadian mengerikan itu datang. Peristiwa tanggul jebol terjadi pada Sabtu (20/2/2021) pukul 23.00 WIB lalu. 

"Begitu dahsyat air terjun (dari sungai) Citarum ke pemukiman warga. Dalam jangka 15 menit sudah melebihi tanggul irigasi. Jadi semua terjebak di dalam tanggul sekitar 1.000 orang ada," kata Mahfudin. 

Mahfudin menuturkan, ia sudah bersiap sebelum bencana tanggul jebol datang. Menurutnya, tanda-tanda tanggul jebol sudah terlihat. Sehingga masyarakat sudah diimbau untuk naik ke tanggul irigasi. "Ternyata dugaan masyarakat meleset, karena tanggul irigasi pun terendam hingga 1 meter, apalagi di bawah," kata Mahfudin. 

Mahfudin juga menjelaskan kondisi rumahnya usai diterjang banjir. Di mana barang-barang berserakan, lumpur menyelimuti setiap sudut rumah, barang-barang elektronik terendam, tiga sepeda motor masih terendam, hewan peliharaan banyak yang mati dan hanyut. 

"Kita nggak tidur, saya bersama anak saya yang sedang hamil, bersama putri saya satunya, sangat sedih, semalaman tidak tidur, berharap segera siang dan ingin menyelamatkan keluarga," kata Mahfudin dengan nada terbata-bata dan kedua tangan menutup mata.

Seorang korban banjir lain, Ica, menceritakan stok bahan pangan padi dan beras hanyut tersapu banjir. Padahal ia sudah mengevakuasi stok bahan pangan tersebut ke tempat yang lebih tinggi. Ia mengira air tidak akan merendam keseluruhan rumahnya. Nahas dugaannya meleset. Akibat stok bahan pangan hanyut, ia dan keluarga belum makan. 

"Siang hingga Magrib saya di sekitar tanggul. Stok bahan pangan dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi, tapi sekarang enggak ada hanyut semua, beras dan padi 5 karung hanyut," kata Ica dengan mata berkaca-kaca lalu mengusapnya dengan kerudung. 

Hingga kini penanganan pascabencana masih berlangsung. Penyintas membutuhkan bantuan seperti makanan, air bersih, dan logistik lainnya. Bagi para dermawan yang ingin meringankan beban mereka, bisa menyalurkan bantuan melalui laman Indonesia Dermawan. []