Strok Tak Hentikan Semangat Dakwah Ustaz Sarmin

Meski menderita strok, Ustaz Sarmin tidak berhenti berdakwah. Baginya, strok bukanlah penghalang yang dapat menghentikan kegiatan dakwahnya.

ustaz sarmin
Ustaz Sarmin saat menerima bantuan paket pangan dan biaya hidup dari Global Zakat. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – “Fisik boleh terkena sakit strok. Tetapi selagi pikiran dan ingatan masih sehat, perjuangan dakwah dan mencerdaskan generasi Islam harus terus dilakukan.” Begitulah kalimat yang diucapkan Ustaz Sarmin, saat ditanya tim ACT Bekasi Timur perihal waktu pensiun dari mengajar mengaji di tengah kondisinya sekarang. 

Ustaz Sarmin merupakan dai di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi dan Kampung Momonot, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Sejak 2018, ia sudah tidak bisa berkeliling ke majelis-majelis untuk berdakwah karena strok. 

Meski tubuhnya diserang penyakit stroke, Ustaz Sarmin tidak berhenti berdakwah. Ia membuka majelis taklim di rumahnya. Bagi Sarmin sakit yang ia derita merupakan ujian dari Allah dalam berdakwah.

“Lulus jika ujian ini tak menghalangi dakwah, gagal kalau ujian ini jadi penghambat dakwah. Jadi biar lulus, dakwah jalan terus,” kata Ustaz Sarmin, Selasa (5/10/2021). 

Mahatir Qathafi dari tim ACT Bogor Timur mengatakan perjuangan pantang menyerah Ustaz Sarmin patut dijadikan contoh. “Lewat Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia yang diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup, paket pangan, dan perlengkapan ibadah untuk Ustaz Sarmin,” pungkas Mahatir.[]