Studi Terbaru Menunjukkan Covid-19 Dapat Bertahan di Udara

The New England Journal of Medicine pada 18 Maret lalu, menemukan bahwa Covid-19 masih berpotensi menularkan ketika mereka bersifat aerosol atau tersebar di udara. Mengacu pada penelitian tersebut, setidaknya virus bisa bertahan hingga 3 jam.

Studi Terbaru Menunjukkan Covid-19 Dapat Bertahan di Udara' photo
ACT melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu taman kanak-kanak di Sukoharjo, Jawa tengah. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Awal kemunculan virus corona atau Covid-19, hal yang umum diketahui orang-orang adalah virus ini menular lewat percikan batuk dan bersin. Oleh karenanya orang-orang berusaha mencegah dengan menggunakan masker serta hand sanitizer, agar memastikan virus tidak sampai ke wajah mereka. Langkah menjaga jarak fisik juga dilakukan untuk memastikan virus tidak menular dari satu orang ke orang lain mengingat penularannya sangat cepat.

Namun, studi menunjukkan bukti-bukti terbaru bahwa virus corona bisa bertahan di udara. Dilansir dari Liputan6, para peneliti dalam sebuah studi di The New England Journal of Medicine pada 18 Maret lalu, menemukan bahwa Covid-19 masih berpotensi menularkan ketika mereka bersifat aerosol atau tersebar di udara. Mengacu pada penelitian tersebut, setidaknya mereka bisa bertahan hingga 3 jam.

"Hasil kami menunjukkan bahwa transmisi aerosol dan benda mati dari SARS-CoV-2 masuk akal, karena virus corona dapat tetap hidup dan menular dalam aerosol selama berjam-jam dan pada permukaan hingga harian," tulis para peneliti seperti dikutip dari The New England Journal of Medicine pada Senin (23/3) lalu.

Walaupun begitu, Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa jarak transmisi lewat udara kemungkinan terbatas usai tetesan tersebut disemburkan dari seseorang yang terinfeksi. Perkiraan mereka hanya sekitar 1,8 meter dari tempat asal. Hingga saat ini para ilmuwan masih terus meneliti seberapa lama sebenarnya virus ini bisa bertahan di udara termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti panas dan lembabnya udara.

Penyemprotan yang dilakukan Tim ACT di salah satu ruang terbuka publik di Labuhanbatu. (ACTNews)

Jika melihat dari studi ini, tenaga medis tentu memiliki risiko yang besar untuk terpapar ini karena setiap hari merawat pasien corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang mempertimbangkan pencegahan melalui udara untuk staf medis.

Dilansir dari CNBC, Dr. Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit baru dan zoonosis WHO, pada Senin (23/3) lalu mengatakan, ketika seseorang melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol seperti dalam fasilitas perawatan medis, akan terjadi kemungkinan aerosol dalam partikel-partikel ini yang mengindikasikan virus-virus dapat tinggal di udara sedikit lebih lama.

Ia menambahkan, sangat penting bagi petugas kesehatan untuk melakukan tindakan pencegahan tambahan ketika mereka bekerja dan melakukan prosedur seperti itu pada pasien. Otoritas kesehatan merekomendasikan staf medis memakai masker wajah N95 yang mampu menyaring sekitar 95 persen dari semua partikel cair atau udara.


Aksi Cepat Tanggap (ACT) selalu berikhtiar untuk mencegah virus corona melalui berbagai macam cara. Untuk para tenaga medis, 
dukungan terbaik diberikan dalam bentuk penyediaan APD dan pangan untuk membantu mereka dalam penanganan Covid-19. 

“Kita sudah mendistribusikan bantuan APD pada Jumat (20/3) kemarin di Rumah Sakit Marinir. Bantuan-bantuan tersebut di antaranya adalah masker, nurse cap, cairan antiseptik, sarung tangan lateks, dan sabun cair,” tutur dokter Muhammad Riedha Bambang dari tim medis ACT.

Bantuan diterima langsung dan pihak rumah sakit juga mengucapkan terima kasih kepada ACT. Mereka menganalogikan bantuan ini sebagai ‘tetesan air di padang pasir’. Pihak rumah sakit juga berharap bantuan ini dapat berlanjut ke depannya. Demikian pula yang diharapkan oleh dokter Riedha.

“Kita berharap bantuan ini dapat berlanjut di Rumah Sakit Marinir Cilandak dan sejumlah rumah sakit lainnya. Dan tentunya bantuan ini tidak dapat berjalan tanpa dukungan para dermawan sekalian,” kata Riedha.[]


Bagikan