Suami Disabilitas, Sahadah Bersyukur Bisa Nikmati Daging Kurban

Pemberian daging kurban dan beras gratis oleh Global Qurban-ACT sangat disyukuri oleh Sahadah (54). Selama suaminya lumpuh karena komplikasi berbagai penyakit, ia hanya menerima pemasukan dari pemberian anaknya yang merupakan ojek daring. Sehingga ia hanya mampu membeli makan-makanan ala kadarnya untuk mengenyangkan perut.

daging kurban gratis
Sahadah menerima beras gratis dan daging kurban dari Global Qurban-ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA BARAT – Sahadah (54) tengah memijat kaki suaminya yang lumpuh saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) datang ke rumahnya di Kampung Wadas, Kalideres, Jakarta Barat. Sudah lebih dari empat tahun Sahadah tidak bekerja. Ia memutuskan meninggalkan pekerjaan tukang cuci piring tetangga, agar bisa merawat suaminya yang hanya terbaring lemah di kasur.

Pemberian daging kurban dan beras gratis oleh Global Qurban-ACT sangat disyukuri olehnya. Selama suaminya lumpuh karena komplikasi berbagai penyakit tersebut, ia hanya menerima pemasukan dari pemberian anaknya yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring. Sahadah hanya mampu membeli makan-makanan ala kadarnya untuk mengenyangkan perut.

“Makan biasanya yang ada saja, kalau di dapur adanya cuma tempe, yasudah makan tempe saja hari itu. Uang dari anak biasanya habis buat beli obat suami. Makanya ini alhamdulillah banget bisa dapat daging sama beras. Terima kasih pokoknya untuk tim ACT yang sudah repot-repot datang ke rumah saya buat antar daging ini. Semoga dibalas kebaikannya sama Allah,” ujar Sahadah, Selasa (20/7/2021).

Selain habis digunakan untuk membeli obat suami, uang pembeian anaknya juga banyak digunakan  untuk mengisi ulang tabung oksigen. Oksigen digunakan oleh sang suami untuk memudahkannya bernafas saat tengah mengalami sesak nafas. Dalam dua minggu, ia bisa melakukan tiga kali isi ulang oksigen.

“Lagi pandemi (Covid-19) seperti ini, mencari oksigen susah banget. Harganya juga naik, sekarang sekali isi bisa mencapai Rp80 ribu. Alhamdulillah kalau tabungnya ini dipinjamkan sama tetangga yang istilahnya orang berada. Jadi enggak perlu beli tabung sendiri,” kata Sahadah.

Sahadah menuturkan, bantuan daging dan beras yang ia terima, belum diketahui akan ia olah menjadi masakan apa. “Biasanya kalau enggak semur, dibikin sop. Alhamdulillah bapak (suami Sahadah) enggak ada pantangan untuk makan daging,” pungkasnya. []