Suami Syahid, Hanaan Naser Butuh Pertolongan Dermawan untuk Nafkahi Anak

Ibu tunggal yang tinggal di Jabalia itu harus memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya, seperti keperluan makan, sanitasi, listrik, transportasi, dan yang tak kalah pentingnya pendidikan untuk anaknya. Namun semua itu tak bisa ia upayakan karena Hanaan hanya kepala keluarga yang tidak bekerja.

Hanan Naseer bersama anaknya, Ahmed Yousuf. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Menjalani hidup di Gaza, tidaklah mudah. Hidup di tengah-tengah krisis membuat banyak keluarga Palestina harus hidup serba pas-pasan. Salah satu keluarga prasejahtera di Palestina yang adalah Hanan Naser Al Aeen Alhawajri, seorang istri dari syuhada bernama Mahmoud. Hanaan. Hanan kini harus menghidupi, Ahmed Yousuf, anaknya, seorang diri.

“Keperluan makan, sanitasi, listrik, transportasi, dan yang tak kalah pentingnya pendidikan untuk anak harus kita upayakan. Namun semua itu tak bisa saya upayakan karena saya tidak bekerja. Lapangan kerja di Gaza sangat terbatas,” cerita Hanaan kepada relawan Aksi Cepat Tanggap di Gaza.

Untuk membantu keluarga Hanaan dan keluarga yatim lainnya, Aksi Cepat Tanggap meluncurkan program Sister Family Palestine-Indonesia yang akan memberikan bantuan biaya hidup kepada keluarga prasejahtera di Palestina. Program ini bertujuan untuk menghubungkan keluarga Palestina yang membutuhkan dan keluarga Indonesia sebagai donatur.

Sejak diluncurkan awal Februari lalu, program Sister Family Palestine-Indonesia ini telah diminati oleh banyak keluarga Indonesia, sehingga beberapa keluarga prasejahtera telah diberikan bantuan. Kesuksesan program ini tidak terlepas dari kepedulian dermawan Indonesia terhadap saudara muslim di Palestina yang membutuhkan bantuan.[]