Suara Warga Prasejahtera di Malang: Kami Sudah Tak Punya Pangan

Tak kurang dari 50 orang setiap hari datang menyampaikan kondisi yang sama: pangan mereka sudah habis. Untuk mereka, ACT Malang memberikan paket bahan pangan yang dapat diolah dan dinikmati oleh keluarga mereka.

Suara Warga Prasejahtera di Malang: Kami Sudah Tak Punya Pangan' photo
Ivan menerima Beras Wakaf dan bahan pangan lainnya di kantor ACT Malang. (ACTNews)

ACTNews, MALANG - Kondisi pandemi corona di tanah air tercinta tak kunjung surut, bahkan data pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat. Kondisi ekonomi pun turun menyertai kondisi bangsa yang semakin terpuruk. Banyak saudara sebangsa yang kian sulit memenuhi pangan di masa pandemi, termasuk di Malang.

Kondisi memprihatinkan ini dirasakan tim ACT Malang yang menerima  permintaan warga Malang akan pangan. Hampir setiap harinya, warga berdatangan ke kantor ACT Malang, mengadukan bahwa persediaan pangan mereka telah habis. Mereka mayoritas adalah kepala keluarga yang ter-PHK, lansia prasejahtera, serta ibu pejuang nafkah keluarga.

Salah satunya adalah Ivan, seorang pekerja bangunan. Saat mengunjungi kantor ACT Malang pada Kamis (14/1/2021) lalu, ia nampak bingung dan lesu. Ivan bercerita, ia sudah tak bekerja lagi sejak pandemi melanda, sehingga sulit untuk membeli kebutuhan pangan hariannya. Bahkan di rumahnya sudah tak ada lagi pangan yang bisa dimasak karena sama sekali tak ada pendapatan maupun tabungan.

Kisah serupa juga diceritakan Hariyadi, yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak. Pendapatannya tak menentu, apalagi sejak pandemi di mana jumlah pelanggan terus berkurang. Beliau hanya bertahan dari paket pangan yang diberikan masyarakat dermawan dan Operasi Pangan Gratis ACT Malang. Kondisi dirasa semakin sulit, namun Hariyadi tak pernah berhenti untuk terus berikhtiar.

Tak kurang dari 50 orang setiap hari datang menyampaikan kondisi yang sama: pangan mereka sudah habis. Untuk mereka, ACT Malang memberikan paket bahan pangan yang dapat diolah dan dinikmati oleh keluarga mereka.

Kepala Cabang ACT Malang Diki Taufik Sidiq menyampaikan, akan terus melayani warga Malang yang sangat membutuhkan pangan. Untuk meluaskan manfaat pendistribusian pangan gratis ini, layanan Malang Raya Care Line akan diaktifkan.

“Siapa pun yang membutuhkan paket pangan bisa menghubungi nomor layanan ACT Malang di 0821 4343 2212. Nantinya relawan kami akan mengantarkan paket pangan kepada penerima manfaat yang sudah terverifikasi,” jelas Diki.

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Malang Raya, dapat mendukung program Malang Raya Care Line ini melalui laman Indonesia Dermawan. Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung kepada warga prasejahtera yang sangat membutuhkan pangan. []