Suasana Buka Puasa Pengungsi Banjir Bandang Kupang

Hari pertama puasa, Minto (38) dan keluarga, salah satu penyintas banjir di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, hanya berbuka dengan air putih dan sawi rebus. Tak ada menu mewah berbuka puasa bagi para penyintas bencana hingga bantuan dari dermawan tiba.

Keluarga Minto berbuka puasa di rumah yang hancur akibat banjir bandang. (ACTNews/Ubaidillah)
Keluarga Minto berbuka puasa di rumah yang hancur akibat banjir bandang. (ACTNews/Ubaidillah)

ACTNews, KABUPATEN KUPANG — Debu-debu berterbangan saat kendaraan melintas di jalan depan SPBU Kelurahan Katari. Tepat di seberang SPBU, rumah bercat merah muda tidak  lagi memiliki pintu, jendela, dan dinding bagian depan. Hanya terpal berwarna biru yang menjadi penutup sementara, menggantikan tembok.  Di ruang utama, Minto (38) dan anggota keluarga sudah berkumpul. Saat terpal disingkap, aktivitas keluarga Minto di ruangan itu terlihat jelas dari jalanan. 

Waktu menunjukkan pukul 17.46 WITA saat notifikasi azan magrib berkumandang dari gawai. Masing-masing anggota keluarga mengambil hidangan takjil yang sudah tersaji di depan mereka. Ada bubur kacang hijau, ketan hitam, kolak labu, pisang ijo, kurma, dan sirop.

"Tidak pernah buka dengan takjil sebanyak ini. Anak saya yang kecil sampai nambah bubur kacang dua kali. Alhamdulillah, Allah kasih rezeki, yang lebih banyak hari ini" kata Minto dengan nada gembira, Rabu (14/4/2021).

Minto masih ingat betul, sehari sebelumnya, di hari pertama puasa Ramadan, ia dan keluarga hanya berbuka puasa dengan air putih. Makan malam dilanjutkan dengan nasi berlauk sawi rebus yang ia beli di warung dekat rumah. "Mungkin itu penyebabnya anak saya pada kurang nafsu makan saat buka. Saya juga enggak bisa berbuat banyak, lagi susah begini," tambah Minto. 

Berbeda dengan Rabu malam itu, relawan Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap di NTT mengantarkan bantuan untuk sajian buka puasa kepada keluarga Minto. Bukan hanya takjil, ada nasi putih, ikan balado, sayur labu kacang, dan telur goreng, menemani buka puasa keluarga Minto. 

Minto adalah satu dari enam KK muslim di RT 08, RW 04, Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, yang terdampak bencana banjir bandang di Kupang awal April lalu. Toko milik Minto rumahnya rusak berat. 

Akhmad Gatra dari Masyarakat Relawan Indonesia-ACT mengatakan, Gerakan Sedekah Pangan Ramadan juga akan dilakukan di NTT, tertuju kepada penyintas bencana. "Semoga kehadiran bantuan dari Sahabat Dermawan bisa menguatkan saudara yang menjalani ibadah Ramadhan. Kami berikhtiar agar mereka tidak khawatir saat berbuka dan sahur," ujar Gatra.[]