Sudah 1.500 Jiwa Tewas, Kolera Membunuh Pelan Anak-anak Yaman

Sudah 1.500 Jiwa Tewas, Kolera Membunuh Pelan Anak-anak Yaman

ACTNews, YAMAN - Nelangsa akut itu kini bukan hanya terjadi di Benua Hitam Afrika saja. Sepanjang deretan berita-berita internasional yang kita simak di kala senggang, kabar tentang kelaparan dan bencana malnutrisi didominasi dari negeri-negeri Afrika yang gersang. Somalia, Nigeria, juga Sudan Selatan hari ini masih merasakan kesulitan yang sama dicecar ancaman kelaparan dan kekeringan. Tapi kabar duka itu tak hanya berlaku di Benua Afrika saja.

Satu pekan ke belakang, atau sepanjang tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri yang dirayakan seluruh masyarakat dunia, kabar duka juga datang dari Yaman.

Hari-hari setelah lebaran kemarin, sedikitnya 1.500 warga Yaman dilaporkan tewas akibat terdampak kolera. Bahkan kolera yang mematikan ini sudah merebak luar biasa ganas, bayangkan 246.000 kasus baru kolera terdeteksi dalam dua bulan terakhir!

Angka kematian akibat kolera pun meningkat dari data korban jiwa sebelumnya yang terdeteksi bulan lalu, berada di angka 1.300 orang tewas. Belum lagi statistik mengkhawatirkan lain yang mengatakan, setidaknya per satu hari di Yaman ada 5.000 kasus diagnosa baru diduga terjangkit kolera.

Statistik yang membikin emosi meluap-luap itu dikutip dari Nevio Zagaria, perwakilan lembaga dunia WHO yang kini berada di Yaman. Nevio menjelaskan, angka meledaknya kasus kematian akibat kolera di Yaman terjadi di 21 provinsi dari total 22 provinsi yang ada di Yaman. Artinya, bisa dibilang 99% wilayah Yaman tak ada yang tak aman dari gejala kolera mematikan.

Akram Alsharief, mitra Aksi Cepat Tanggap yang kini bermukim di Yaman juga mengatakan hal serupa. Menurut paparannya, setelah bulan Ramadan usai, kasus kolera meledak luar biasa.

“Tiga alasan mengapa kolera di Yaman tidak terkendali. Pertama, orang-orang tak mendapat akses untuk meminum air bersih karena konflik; kedua, orang-orang tidak punya imunitas yang baik karena makanan yang sulit didapat; ketiga, akibat musim hujan yang sedang mendera Yaman,” kata Akram lewat surat elektroniknya kepada ACTNews.

Dalam dunia medis, kolera adalah sebuah gejala yang terjadi karena infeksi bakteri yang menular di saluran pencernaan, disebabkan oleh bakteri bernama Vibrio cholerae. Bakteri ganas dan mematikan ini masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang sudah terkontaminasi parah. Bisa juga ditularkan karena kondisi sanitasi yang begitu buruk.

Mengapa kolera bisa mematikan? Gejala kolera paling awal biasanya berupa diare, perut menjadi keram, mual, muntah, dan dehidrasi parah. Kolera yang membunuh pelan-pelan disebabkan oleh kasus dehidrasi dalam level parah, diare terus menerus yang menghabiskan kandungan air dalam tubuh. Lalu dibiarkan tanpa perawatan intensif, hingga akhirnya berujung pada kematian yang merebak luas.

Kolera membunuh anak-anak Yaman di tengah kalutnya konflik

Mengutip paparan Akram, kolera sudah merebak di Yaman sejak Oktober 2016 silam. Sejak pertama kali kasus kolera merebak, Yaman makin terseok dalam kehancuran. Akram menuturkan, fasilitas kesehatan di Yaman bisa dibilang tidak ada yang berada dalam kondisi utuh. Obat-obatan pun hampir mustahil didapat. Konflik antar saudara makin rumit, berbanding lurus dengan jumlah kasus terdampak kolera yang melonjak tiga kali sejak akhir 2016 kemarin.

Lembaga dunia WHO memperingatkan bahwa kondisi konflik di Yaman telah membuat penyebaran kolera makin sulit untuk dikendalikan. Statistik lain mengatakan, setidaknya 1 orang per jam di Yaman tewas karena infeksi kolera yang ditularkan lewat air minum. Dalam berbagai kasus, anak-anak Yaman adalah golongan yang paling mudah dibunuh kolera.

Dimulai dari konflik, berujung pada kekacauan dan rusaknya fasilitas umum. Perlahan memicu kelaparan, hingga akhirnya merusak semua sistem sanitasi. Kolera pun merebak dan masuk menjadi ancaman kematian nomor satu. Tanpa sanitasi yang baik, air minum yang terjaga kebersihannya, dan obat-obatan yang terjaga pasokannya, Yaman sulit untuk pulih.

ACTNews beberapa waktu lalu bertemu dengan Mohammed Ali S. Al-Najar selaku perwakilan diplomatik Republic of Yemen di Indonesia. Ditemui di Kedutaan Besar Yaman di Jalan Subang Menteng, Jakarta Pusat, Al Najar menceritakan tentang kondisi terkini negerinya.

“Dulu negeri Yaman sangat indah. Tapi hari ini seluruh kekacauan sedang terjadi di Yaman. Konflik menghancurkan semuanya. Fasilitas umum tidak ada lagi yang layak untuk digunakan. Yaman menjadi sangat berbahaya untuk dimasuki oleh orang-orang dari negeri lain. Kondisi ini menjadikan Yaman makin sulit untuk kembali pulih. Tapi Insya Allah Yaman masih punya harapan,” kata Al-Najar.

Menjadi pulih kembali setelah konflik panjang usai suatu hari nanti adalah mimpi dan doa semua orang-orang Yaman. []

sumber gambar: Dokumentasi mitra ACT di Yaman, reuters, aljazeera