Sudah Dua Pekan Pengungsi Merapi Tempati Barak Pengungsian

Hingga Kamis (19/11), total pengungsi jumlahnya hampir 2.000 jiwa, tersebar di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, hingga Klaten. Mayoritas pengungsi adalah kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu-ibu, hingga difabel.

Kondisi pengungsi rentan di pengungsian yang berada di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Magelang. (ACTNews)

ACTNews, MAGELANG - Naiknya status Siaga atau Level III Gunung Merapi membuat ribuan warga baik di DI Yogyakarta maupun di Jawa tengah harus mengungsi. Mereka yang diwajibkan mengungsi adalah yang bermukim di radius 5 kilometer dari puncak Merapi.

Hingga Kamis (19/11), total pengungsi jumlahnya hampir 2.000 jiwa, tersebar di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, hingga Klaten. Mayoritas pengungsi adalah kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu-ibu, hingga difabel. 

Menginjak dua pekan berada di lokasi pengungsian, kendala yang dihadapi para pengungsi adalah rasa kebosanan. Biasanya untuk mengusir rasa bosan tersebut, para ibu lebih sering berkumpul bersama untuk saling mengobrol. Ada juga yang meminta fasilitas wifi bahkan televisi. 

Di Magelang, ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) DI Yogyakarta hadir, untuk memantau kondisi terkini para pengungsi. Bantuan turut diantarkan, berupa sembako, alas tidur beserta selimut, kebutuhan bayi, serta alat-alat kebersihan.

Di tempat pengungsian yang berlokasi di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Magelang, para pengungsi disiapkan tempat berupa bilik-bilik triplek untuk satu keluarga. Para ibu hingga lansia ini sudah menempati bilik-bilik pengungsi selama dua pekan. 

“Jumlah pengungsi di sini berjumlah 18 keluarga, berasal dari Dusun Batur Nigsor, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun. Telah disediakan pula tempat pengungsian dengan kapasitas 170 keluarga, kebutuhan mendesak selain bantuan logistik adalah obat-obatan ringan,” ungkap Trimo Slamet, Kepala Dusun Gemer, Desa Tamanagung. 

Sementara itu, kebutuhan logistik terus dipasok oleh berbagai elemen masyarakat Indonesia untuk para pengungsi. “Namun hal ini akan terus kita pantau sekiranya nanti kebutuhan pokok pengungsi sudah mulai menipis akan segera kita suplai kembali,” jelas Koordinator Tim Program ACT DI Yogyakarta Kharis Pradana. []