Suharti Berjuang Lewati Krisis dengan Dukungan Kebaikan

Suharti telah 10 tahun berjualan minuman dan makanan ringan untuk membantu pendapatan keluarganya. Namun belakangan penghasilan itu berkurang sampai setengahnya. Kebaikan dari orang-orang di sekitarnya membuat ia terus bertahan dan berjualan.

Suharti Berjuang Lewati Krisis dengan Dukungan Kebaikan' photo
Suharti sedang membuat minuman untuk pembelinya. (ACTNews/Ardi)

ACTNews, JAKARTA – Suharti (40) masih menggelar dagangan di depan kontrakannya hingga sehabis asar, tepat ketika anak-anak keluar dan bermain menikmati sore hari. Merekalah yang kebanyakan membeli dagangannya berupa makanan ringan, serta minuman-minuman sasetan.

Setelah pandemi beberapa bulan belakangan, pendapatan Suharti langsung turun jauh. Tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai setengahnya. Padahal melalui usahanya yang ia jalankan selama 10 tahun ini, ia bisa ikut membantu menopang kebutuhan keluarga selain dari suaminya yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring. ”Ya, beda 50% lah. Bapaknya kan ngojek, jadi bisa tambah-tambah,” kata Suharti pada Jumat (11/9) lalu.

Beruntung Suharti masih tinggal di lingkungan dengan solidaritas yang kuat. Sehingga setiap merasa kesulitan, selalu ada tetangganya yang membantu. “Kalau kita susah beneran dibantu, yang punya rumah juga kalau sedang tidak ada (uang sewa bulanan), disuruh pakai buat makan dahulu. Alhamdulillah, jadi kita tidak sampai pinjam uang ke orang lain. Alhamdulillah, solidaritasnya kuat, ya, saling mengerti dan membantulah intinya,” cerita Suharti.


Dengan kebaikan itu, Suharti beserta keluarganya bisa agak sedikit lega karena tinggal memikirkan bagaimana modal mereka bisa berputar walaupun putaran modalnya sendiri tidak terlalu lancar. Untuk menghemat pun, ia dan keluarga sesekali makan seadanya atau mengandalkan bantuan.

“Makan seadanya saja. Kalau ada mi sama telur, ya itu saja, seadanya saja. Kan ada juga bantuan dari pemerintah. Jatah dari pemerintah juga banyak, setiap bulannya,” ungkap Suharti.

Suharti berharap bisa meluaskan usahanya itu dan menambah jenis dagangannya sehingga bisa lebih variatif. Harapan itu menemukan jawaban lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro berbasis masjid dari Global Wakaf - ACT. Suharti bersama 8 orang lainnya mendapatkan bantuan berupa penyaluran modal usaha sehingga dapat terus mengembangkan usahanya di masa pandemi ini.


“Untuk saat ini memang kami menyasar usaha yang berukuran mikro, jadi kebutuhan yang diproduksi dalam rumah tangga. Misalnya usaha makanan kering, makanan ringan, bahkan usaha hidroponik yang dipelopori di masjid. Jadi memang usaha-usaha kecil ini yang kita sasar. Karena UMKM ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat, dan dari masyarakat pulalah akan kembali kepada masyarakat, dalam program-program yang berbasis kepada kemanusiaan dan umat,” jelas Kepala Cabang Global Wakaf - ACT Jakarta Barat Andre Alfiansyah.

ACT Jakarta Barat berharap ke depannya di setiap masjid di Jakarta Barat, ada satu kelompok binaan program Wakaf Modal Usaha Mikro yang terdiri dari 9-10 orang. Dengan jumlah masjid di Jakarta Barat yang mencapai 500-600 masjid, artinya Wakaf Modal Usaha Mikro berbasis masjid dapat memberdayakan sekitar 5.000-6.000 UMKM.

“Karena itu kami berharap, para wakif sekalian ataupun warga masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Jakarta Barat, yuk kita sama-sama membantu saudara-saudara kita untuk bisa kembali berusaha dari yang kecil-kecil. Insyaallah usaha ini nantinya akan menjadi besar,” ajak Andre. []


Bagikan

Terpopuler