Suhu Beku Ancam 1,7 Juta Pengungsi Internal di Idlib Suriah

Musim dingin telah tiba di Suriah. Di Idlib, suhu bisa mencapai -7 derajat Celcius. Membuat musim dingin menjadi amat mencekam bagi pengungsi yang tinggal di tenda pengungsian.

musim dingin suriah
Potret pengungsi Suriah ketika musim dingin. (Dokumen Istimewa)

ACTNews, IDLIB – Musim dingin membuat gigil di Idlib–sebuah kota di barat laut Suriah. Saat masuk puncak musim dingin, suhu bisa mencapai -7 derajat Celcius. Kondisi tersebut membuat sekitar 1,7 juta pengungsi internal hidup amat menderita.

Para pengungsi hanya tinggal di tenda-tenda tipis. Pada musim dingin tahun 2020, sebanyak 7 anak, termasuk satu bayi berusia tujuh bulan meninggal dunia karena kedinginan. 

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, ketika musim dingin tiba, segala permasalahan kemanusian di Suriah menjadi lebih berat. Selain tempat tinggal, musim dingin membuat sejumlah pekerjaan sulit dilakukan, penghasilan berkurang, dan pangan sulit terbeli.

Firdaus menambahkan, berdasarkan amatan relawan dan mitra ACT di Suriah yang meninjau langsung kamp-kamp pengungsi di Idlib, kehidupan pengungsi ketika musim dingin tiba. Antara lain, badai membuat tenda pengungsi rusak. Hujan deras membanjiri tenda pengungsi hingga ke dalam.

Para pengungsi juga kekurangan pakaian hangat. Marak dijumpai anak-anak pengungsi yang berjalan di sekitar kamp tanpa sepatu atau pakaian musim dingin. Mereka juga tidak memiliki mesin penghangat ruangan yang sangat berguna agar tidak terserang hipotermia.

"Mereka sangat menunggu bantuan kemanusiaan datang. Kebutuhan mendesak mereka antara lain pakaian musim dingin, selimut, dan makanan hangat," ujar Firdaus.

Badan Meteorologi Suriah menyatakan, pada Desember ini Suriah akan diterjang banyak badai dan hujan besar. Otoritas setempat pun meminta pengungsi untuk mencari wilayah lain yang lebih aman untuk dihuni.[]