Suhu Tinggi, Pengungsi Anak-anak Suriah Dilarikan ke Rumah Sakit

Suhu di atas rata-rata mempengaruhi kesehatan para pengungsi di Idlib, Suriah. Banyak anak-anak pengungsi yang dilarikan ke rumah sakit akibat terkena panasnya terik matahari.

pengungsi Suriah
Berlindung di bawah tenda darurat, para pengungsi diselimuti suhu yang melebihi 40 derajat celcius. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB, SURIAH – Kehidupan ratusan pengungsi di provinsi Idlib, barat laut Suriah, tengah berjuang dengan suhu di atas rata-rata. Berlindung di bawah tenda darurat, para pengungsi diselimuti suhu yang melebihi 40 derajat celcius.

Dr. Ammar Rahhal dari Rumah Sakit Ibnu Sina di Idlib mengungkapkan, suhu di atas rata-rata berpengaruh terhadap kesehatan para pengungsi yang tinggal di tenda. Rahhal mengatakan, banyak anak-anak pengungsi dirawat di rumah sakit akibat terkena sengatan matahari saat bermain di luar tenda.

“Tenda tidak melindungi orang dari panasnya musim panas maupun dinginnya musim dingin. Sehari di tenda seperti setahun,” ungkap Yahya Uayyid, salah seorang pengungsi.

Uayyid merupakan salah satu dari ratusan warga sipil yang dipindahkan secara paksa saat konflik. Ia harus menetap sebagai pengungsi di kamp Idlib. Uayyid harus menerima nasib ketiga anaknya harus dilarikan ke rumah sakit akibat terkena panasnya terik matahari. 

Fatma Zen Ali, salah seorang pengungsi yang bermigrasi dari pedesaan selatan Aleppo, juga merasakan nasib yang sama. Ia membawa anak-anaknya ke rumah sakit akibat suhu panas yang melanda kamp pengungsian.

Suriah telah dilanda perang saudara berkepanjangan sejak awal 2011. Tercatat sekitar setengah juta orang telah terbunuh dan lebih dari 12 juta orang harus meninggalkan rumah mereka.[]