Suka Duka Donny Alamsyah Antar Bantuan ke Pelosok Mentawai

Melewati ombak lautan, pungli, sampai hutan lebat, Donny Alamsyah bersama ACT mengantar bantuan ke saudara-saudaranya di Desa Saibi Samukob, Siberut Tengah pada tahun 2019 lalu. Di sana ia kemudian menemukan salah satu arti persaudaraan sesungguhnya.

Suka Duka Donny Alamsyah Antar Bantuan ke Pelosok Mentawai' photo
Donny Alamsyah sedang mengangkut bantuan di Siberut Tengah. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, MENTAWAI – Bantuan melabuh di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai pagi itu. Satu perjalanan lagi dengan kapal tonggak harus mereka tempuh agar bisa sampai di Kecamatan Siberut Tengah, tempat mereka akan mendistribusikan bantuan untuk warga pada Jumat (24/5/2019) itu.

Sementara Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyiapkan gerobak agar bantuan dapat diantar ke pelabuhan, Donny terlibat obrolan santai dengan seorang laki-laki berkaos loreng. Obrolan hangat mereka berdua tiba-tiba terpotong setelah mendengar ribut-ribut dari tempat tim sedang bersiap.

“Pokoknya tidak boleh. Kalau mau masuk ke sini harus pakai bayaran segini-segini per gerobak,” Donny Alamsyah menirukan kata-kata orang salah seorang yang ribut itu dalam podcast ACT Talks yang diunggah pada Ahad (26/7) lalu.


Donny Alamsyah sedang menceritakan pengalamannya saat berada di Kepulauan Mentawai. (ACTNews)

Tim beserta Donny sempat tawar-menawar dengan oknum-oknum itu, namun tidak ada yang kesampaian. Donny bahkan terpikir untuk memikul sendiri bantuan tersebut sampai ke pelabuhan yang terletak di dekat pasar, “Gue lihat kan, pasarnya di mana, sih? Kalau (harus) gue angkut, gue angkut, deh. Pas gue lihat, wah jauh juga,” kenangnya sembari tertawa.

Di tengah kebuntuan tersebut, laki-laki berkaos loreng yang sebelumnya mengobrol dengan Donny tiba-tiba angkat bicara. Siapa sangka laki-laki tersebut adalah seorang Komandan TNI AD di wilayah tersebut. Setelah tahu masalahnya sang komandan langsung menceramahi para oknum.


“Bapak tahu? Yang datang ini teman-teman dari Jakarta. Mereka sudah susah payah datang untuk membantu kita semua yang ada di sini. Dan bapak-bapak sekarang mau minta uang? Ini sumbangan, kalau minta duit, belum tentu orang-orang ini (Tim ACT) punya duit,” Donny menirukan kata-kata sang komandan.

Setelah ceramah panjang sang komandan, akhirnya para oknum insaf. Tim diperbolehkan mengangkut barang ke pelabuhan dengan gerobak. Demikian Donny terkejut ketika diberikan ujian tapi langsung diberikan solusi dalam satu waktu.


Menjalin persaudaraan dengan komunitas mualaf

“Awalnya alam yang indah, lama-lama kok makin sepi, ya? Kok pohonnya makin tinggi, ya? Kok makin lebat, ya? Benar-benar jadi kayak hutan belantara. Airnya benar-benar hijau dan tenang. Kita enggak tahu di dalamnya ada apa. Jadi kayak masuk ke Hutan Amazon gitu,” cerita Donny saat melewati sekitar 2 jam menggunakan perahu tonggak menuju ke Desa Saibi Samukob, Siberut Tengah.

Sampai di sana, Donny banyak mengobrol dengan para penerima manfaat. Mereka bercerita bagaimana keadaan mereka sebagai komunitas mualaf yang terpisah dengan masyarakat lainnya. Ia kemudian memberikan bantuan paket pangan dari Kapal Ramadhan ACT pada tahun 2019 itu.


Donny bersama masyarakat Desa Saibi Samukob, Siberut Tengah. (ACTNews/Gina Mardani)

Tapi ada satu hal lagi yang terpikir oleh Donny, yakni bantuan yang diberikan olehnya bersifat sementara dan seiring berjalannya waktu, bantuan itu akan habis juga. Tetapi wajah-wajah saudara yang ia temui menyiratkan kegembiraan yang sangat saat itu.

“Berarti sebenarnya bantuan kita secara (jumlah) ini sedikit. Tapi yang paling besar buat mereka, adalah mereka punya saudara,” kata Donny. “Kita datang, disambut. Kita pulang mereka berjejer di pinggir sungai, mereka melambai. Sampai kapal kita hilang di belokan, mereka berhenti,” Donny bercerita sambil menahan matanya yang telah basah.

Perjalanan ke Mentawai itu mengesankan Donny. Ia bahkan menyanggupi jika suatu saat para dermawan mengamanahkan bantuan itu dan ia kembali mengantarkannya. “Alhamdulillah, Allah kasih sesuatu buat gue. Dan itu yang paling mahal, persaudaraan,” ungkap Donny. []


Bagikan