Suka Duka Siti Nikmati Sebagai Guru

Siti Fadhilah sebagai guru honorer penuh dengan perjuangan. Belasan tahun mengajar, ia mendapatkan gaji yang rendah serta harus menghadapi ujian kehilangan anak.

1
Siti usai menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, LAMONGAN Selama 12 tahun menjadi guru honorer, banyak perjuangan yang telah Siti Fadhilah (39) lewati. Gaji yang ia terima pun pas-pasan, hanya Rp600 ribu per bulan. Dengan gaji sebesar itu, Siti tetap mengajar, rasa ikhlas terus tertanam pada hatinya.

Selain gaji yang rendah, di tengah pengabdiannya menjadi pendidik, Siti juga harus menghadapi musibah. Ia harus rela kehilangan anaknya yang masih usia beberapa bulan. Guru yang tinggal di Sukodadi, Lamongan itu sempat mengalami kesedihan, tapi ia coba tetap tegar menghadapi semuanya.

"Tersedak saat dikasih susu, lalu dilarikan ke rumah sakit dan meninggal. Selama cuti saya bisa kasih perhatian maksimal. Tapi setelah cuti habis, saya harus mengajar, pergi ke sekolah pulang siang hari. Anak saya titipkan, mungkin kalau masih cuti, peristiwa ini lain cerita. Tapi Allah SWT sudah berkehendak," cerita Siti tentang anaknya yang wafat tahun 2019 lalu, Kamis (17/6/2021). Siti mendapatkan jatah cuti melahirkan selama dua bulan.

Tak ingin berlarut dalam kesedihan, Siti kembali semangat menjalani aktivitas sebagai guru. Bagi Siti, menjadi guru sama dengan sedang menabung untuk bekal setelah kehidupan dunia. Sehingga, keuntungannya baru bisa dipetik di akhirat. 

"Ini yang saya yakini dan membuat saya bertahan menjadi guru (ganjaran pahala), tidak ada yang lain. Suka duka itu hal yang biasa terjadi dalam segala hal," jelas ibu dua anak ini. 

Siti mengungkapkan, jika hitungan manusia, pengorbanan yang pernah dialaminya dengan apa yang didapat (materi) tidaklah sepadan. Tetapi ia yakin, Allah SWT mempunyai rencana yang manusia tidak tahu.

"Kesedihan, duka, dan pengorbanan saya sebagai guru rasanya akan terbayar jika anak didik bisa mengerti sesuatu yang diajarkan dan melakukannya, apalagi suatu saat nanti bisa mengajarkannya ke orang lain lagi. Kebahagiaan itu yang saya rasa tidak ada harganya," jelas Siti usai menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT, Kamis (17/6/2021).[]