Sulitnya Air Bersih Selepas Surutnya Banjir Tolitoli

Sulitnya Air Bersih Selepas Surutnya Banjir Tolitoli

ACTNews, KABUPATEN TOLITOLI - Syahdunya Ramadhan sedang tak dirasakan maksimal oleh masyarakat Kabupaten Tolitoli. Pasalnya baru beberapa hari lalu banjir bandang menerjang empat kecamatan sekaligus. Banjir bandang datang di hari Sabtu (3/6). Sejak pagi hingga tengah malam air banjir meninggi dari kedalaman 70 sentimeter sampai sekira tiga meter, tinggal menyisakan atap rumah yang tenggelam.

Dari BPBD Provinsi Sulteng mengatakan, ribuan rumah di Kecamatan Baolan, Kecamatan Galang, Kecamatan Lampasio, dan Kecamatan Dakopamena terendam banjir sepanjang malam.

Tak hanya merendam rumah, banjir bandang Tolitoli juga sempat memutus total akses jalan lintas Sulawesi penghubung Tolitoli dan Kota Palu Ibukota Sulawesi Tengah di Desa Pangi. Jembatan penghubung jalur lintas Sulawesi ini putus akibat dihantam banjir bandang di Desa Tinigi, Desa Pangi dan Desa Lakatan.

Selepas banjir surut, masalah pelik lainnya sedang dirasakan ribuan warga Tolitoli. Lumpur banjir yang menumpuk tak pernah bisa lekas dibersihkan dari dalam rumah. Bau amis makin menjalar karena lumpur banjir membawa apapun sampah dan sisa-sisa runtuhan.

Masalahnya, tak pernah ada air bersih yang mengalir ke keran-keran di tiap rumah, sejak banjir bandang Sabtu (3/6) kemarin, air bersih tidak ada, nihil sama sekali. Sebabnya adalah kerusakan pada tiga pipa induk PDAM yang mengalir dari Sungai Tuwaley.

Banjir bandang kemarin salah satu pemicunya adalah meluapnya Sungai Tuwaley. Aliran pipa PDAM di Sungai Tuwaley ikut hanyut terbawa banjir. Imbasnya, pipa PDAM putus, belum ada kabar sampai kapan proses perbaikan akan rampung.

Lukman Solehuddin, leader tim Disaster Emergency Response ACT mengabarkan dari lokasi banjir Tolitoli. Menurut laporannya, warga korban banjir betul-betul tak tahu lagi dari mana bisa dapat air. Jangankan mendapat air untuk bersih-bersih bekas banjir di dalam rumah, untuk sekadar mandi bahkan wudu air bersih nihil didapat.

“Untuk wudu, kami di sini pakai air mineral dalam botol. Sudah berhari-hari warga tidak ada yang mandi, sementara lumpur banjir berserak di mana-mana, sebagian sudah mulai kering, makin sulit dibersihkan,” kata Lukman.

Untuk Tolitoli, ACT kirimkan bantuan air bersih

Sejak 24 jam pasca banjir Tolitoli, tim respons banjir ACT berhasil menembus medan sulit dan jalur putus dan tiba di Tolitoli. Berbagai respons darurat dilakukan untuk meredam kesulitan warga setelah banjir. Salah satu yang urgen dilakukan adalah pendistribusian air bersih.

Sejak Senin (5/6) sampai Rabu (7/6) berturut-turut distribusi air bersih dirampungkan oleh tim respons banjir ACT. Salah satu lokasi distribusi air bersih yang paling membutuhkan ada di Jalan Tadulako, Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Di wilayah ini, 200-an keluarga sampai berkerumun demi mendapatkan air bersih yang langka dan nihil didapat.

Galon kosong, ember berwarna-warni dijejer persis di sebelah truk pengangkut air. Selekas itu, air bersih yang didapat langsung digunakan untuk mencuci baju, membilas badan, sebagian lainnya dipakai untuk memasak.

Selain distribusi air bersih, tim Disaster Emergency Response ACT juga mendistribusikan masker untuk menangkal debu yang sudah mengering setelah banjir, juga mendistribusikan ratusan bungkus nasi untuk berbuka puasa.

Lukman Solehuddin mengatakan, kebutuhan mendesak yang diperlukan hingga Rabu (7/6) berupa makanan siap saji, air bersih, alat kebersihan, dan personal hygiene.

Sementara itu Posko ACT untuk darurat banjir Tolitoli berada di Jl. H. Mallu No. 50 kel. Tueley kec. Baulan Kab. Tolitoli. []

Tag

Belum ada tag sama sekali