Sumarsih: Apa pun Akan Saya Lakoni Asal Halal

Usaha Sumarsih (41) beberapa kali terhempas pandemi. Namun, kondisi tersebut tak lantas membuatnya menyerah. Ia justru memulai beberapa usaha sekaligus agar mampu mencukupi kebutuhan keluarganya.

Sumarsih: Apa pun Akan Saya Lakoni Asal Halal' photo
Sumarsih menerima bantuan dari program Wakaf Modal Usaha Mikro di rumahnya. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Kondisi serba sulit tak lantas membuat Sumarsih (41) murung dan mengeluh. Justru, ceria serta senyum hangat tergambar di wajahnya ketika ditemui di rumah kecilnya yang mulai melapuk di salah satu Kota Banjarmasin. Padahal baru-baru ini ini, Sumarsih baru saja kehilangan ladang pekerjaannya akibat Covid-19.

Sebelumnya ia berjualan makanan di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Di samping itu, ia juga menitipkan rempeyek buatannya di warung-warung masakan padang di sekitar Kota Banjarmasin. Namun sejalan dengan rumah sakit yang mengetatkan peraturannya karena pandemi, akses rumah sakit menjadi terbatas dan perlahan Sumarsih mundur.

Titipannya di beberapa warung masakan padang juga sempat terhenti karena sistem bayar belakangan yang tidak bisa ia andalkan saat ini. “Sistemnya laku dulu baru dibayar sama pemilik warung, bahkan sampai tiga kali diletakkan baru ada pembayaran. Sebagian dari proses itu tak bisa lagi ia ikuti karena keperluan rumah yang mendesak untuk percepatan perputaran uang karena modal yang sudah tidak lagi sebanyak dulu,” jelas Retno Sulisetiyani selaku Koordinator Program Global Wakaf - ACT Kalimantan Selatan, Selasa (13/10) lalu.

Selain usaha-usaha tersebut yang kini mandek, Sumarsih juga bertahan dengan menjual kue di pagi hari dan menerima pesanan katering. “Apa pun saya kerjakan asal halal. Kalau belum bisa, saya belajar dulu,” kata Sumarsih menggambarkan tekadnya dengan dialek Jawa yang kental.


Toples rempeyek yang biasa digunakan Sumarsih untuk menitipkan dagangannya. (ACTNews)

Semua itu ia lakukan untuk membantu ekonomi keluarganya mengingat 3 orang anaknya yang masih sekolah. Anak yang paling tua MTs, anak keduanya sedang duduk di kelas 6 SD sedangkan anak bungsu kelas 1 SD. Apalagi saat pandemi seperti ini, sekolah daring harus dilakukan ketiga anaknya. Sehingga keperluan kouta juga menambah pengeluaran wajibnya.

Kebahagiaan semakin nampak saat Global Wakaf – ACT menjelaskan maksud kedatangan ke rumahnya. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Pas banget, untuk tambah modal,” ujarnya.


Nampak dua toples dengan ukuran berbeda di sudut dinding rumahnya. Ia merencanakan akan memperbanyak lagi toples tersebut dengan bantuan modal yang didapatkan agar ia bisa meletakannya di warung- warung langganannya atau untuk pemesan lainnya. “Semakin banyak wadah semakin banyak tempat dan tentu memperbesar peluang untuk orang membeli. Adapun Ibu Sumarsih bersedia mengembalikan kembali modal wakaf ini dalam 10 bulan ke depan,” ungkap Retno.

Bersama 9 ibu tangguh lainnya dalam kelompok, Sumarsih menerima dana dari program Wakaf Modal Usaha Mikro. Masih banyak lagi para ibu yang berjuang di masa sulit ini, oleh karenanya Retno ikut mengajak para dermawan untuk mendukung Wakaf Modal Usaha Mikro membersamai mereka. “Di masa sulit ini, tak jarang ibu yang tadinya mengurus rumah tangga sekarang harus juga menjadi tulang punggung keluarga demi kebutuhan. Oleh karenanya kami mengajak para dermawan untuk bersama membantu mereka, khususnya di Kalimantan Selatan, melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro,” ajak Retno. []

Bagikan

Terpopuler