Sumber Air Dikuasai Zionis Israel, Warga Palestina di Tepi Barat Sulit Hadapi Musim Panas

Israel mengendalikan 85 persen sumber daya air di Tepi Barat. Pihak Israel yang menduduki Tepi Barat menolak memberikan lisensi yang diperlukan otoritas air Palestina untuk beroperasi secara bebas.

krisis air palestina
Ilustrasi. Israel mengendalikan 85 persen sumber daya air di Tepi Barat, dan menyisakan sedikit untuk warga Palestina. (ACTNews)

ACTNews, TEPI BARAT – Palestina telah memasuki musim panas pada awal Juli. Tangki penyimpanan air sejumlah warga Palestina di Tepi Barat bahkan telah kering selama berminggu-minggu.

Keadaan itu berbandik terbalik dengan apa yang terjadi pada pemukiman ilegal Israel. Mereka bisa menikmatiair yang tidak terbatas. Tidak hanya untuk minum, tetapi juga untuk mengisi kolam renang, mengairi tanaman, dan mencuci kendaraan mereka.

Israel mengendalikan 85 persen sumber daya air di Tepi Barat. Pihak Israel yang menduduki Tepi Barat menolak memberikan lisensi yang diperlukan otoritas air Palestina untuk beroperasi secara bebas.

Bassam Sawalhi, seorang insinyur di Jerusalem Water Undertaking mengatakan, Israel terus mengurangi jatah air untuk warga Palestina di Tepi Barat tiap tahunnya. Ia mengatakan, musim panas ini perusahaan air Israel mengurangi jumlah pasokannya menjadi 35 ribu meter kubik air per hari, dari sebelumnya 38 ribu meter kubik pada tahun sebelumnya. Selisih 3 ribu meter kubik tersebut dialihkan untuk penduduk Israel.

“Sejak musim panas 2018 hingga sekarang, ada desa yang hanya menerima air setiap 15 hari sekali. Musim panas ini kami menderita krisis air yang lebih besar daripada musim panas sebelumnya dan kami harus menghadapinya,” kata Bassam.

Hal itu tentu menjadi kesulitan yang sangat besar bagi warga Palestina yang jumlah penduduknya terus meningkat. Sebab, seiring penduduk yang bertambah, maka kebutuhan air pun kian meningkat. Warga dipaksa untuk membeli air dari perusahaan Israel yang jumlahnya juga dibatasi. “Ini air kami yang mereka curi dan jual kepada kami,” pungkas Bassam.[]