Sumber Air Tercemar, Warga Gasing Butuh Air Bersih

Minim air bersih di Jalur Gasing, ACT Sumatra Selatan meluaskan distribusi air untuk warga Jalur Gasing, Banyuasin.

Sumber Air Tercemar, Warga Gasing Butuh Air Bersih' photo

ACTNews, PALEMBANG – Tinggal di dekat sungai ternyata masih membuat warga Jalur Gasing kesulitan air bersih. Sungai yang telah tercemar limbah pabrik serta air sumur yang berbau karat dan berwarna coklat adalah kenyataan yang harus diterima warga. Mereka pun hanya memanfaatkannya untuk keperluan mandi cuci kakus, sedangkan untuk air minum warga membeli air galon isi ulang seharga empat ribu rupiah.

“Selama ini kami berusaha sendiri untuk beli air galon. Itu pun harus dihemat pemakaiannya, sebab kalau tidak begitu ya jadi boros uang,” cerita Sofyan, salah seorang warga Jalur Gasing, Banyuasin, kepada Tim Aksi Cepat Tanggap Sumatra Selatan (ACT Sumsel), Selasa (30/7). Dampak kemarau sejak awal bulan Juli juga membuat sumber mata air warga mengering.

Hari itu, tim ACT Sumsel kembali mendistribusikan air bersih untuk warga yang tinggal di wilayah Jalur Gasing. Kepala Cabang ACT Sumsel Ardiansyah mengatakan, distribusi air bersih menjadi bentuk ikhtiar mengatasi siklus kemarau yang melanda beberapa wilayah di Sumsel. "Alhamdulillah selama Juli ini telah kami distribusikan sebanyak 49.000 liter air bersih untuk warga di beberapa daerah di Sumsel,” terang Ardiansyah. Khusus di Jalur Gasing, sebanyak 7.000 liter air bersih didistribusikan im Global Zakat-ACT Sumsel Rabu itu.


Bantuan itu disambut bahagia oleh para warga. "Senang sekali, hari ini kita dapat air bersih gratis, terima kasih untuk kebaikan dermawan kepada warga sini,” tanggap Sofyan.

Tim Global Zakat-ACT Sumsel menargetkan sekitar 100.000 liter air bersih untuk membantu mengatasi krisis air bersih di beberapa wilayah di Sumsel. Tim pun terus mengajak para dermawan untuk memberikan kontribusi terbaik membantu saudara yang membutuhkan. []

Bagikan