Sumber Rezeki Didin Terseok-Seok Akibat Pandemi

Pandemi Covid-19 membuat tren bersepeda di kota-kota besar menanjak. Namun, tidak bagi Didin, usaha jasa servis sepeda miliknya yang justru terseok-seok.

Didin saat melakukan reparasi sepeda pelanggan
Didin (60) mereparasi sepeda pelanggan. Akibat pandemi, usaha servis sepeda milik Didin terseok-seok. (ACTNews)

ACTNews, BANDUNG — Didin (60) hidup sebatang kara di rumahnya di Baleendah, Kabupaten Bandung. Sudah 20 tahun ia menggantungkan hidupnya dengan membuka jasa servis sepeda. Saban harinya, rata-rata ia harus menyediakan modal Rp100 ribu.

Saat ramai, Didin bisa mengantongi untung Rp 30 ribu. Adanya Covid-19, membuat jasa servis miliknya sepi dan sering tak ada pelanggan. Meski tren penggunaan sepeda naik, tapi tak berpengaruh baginya.

“Makan seadanya. Meski sering kekurangan, saya tetap berusaha tidak berhutang ke bank atau kerabat, cukup menghemat pengeluaran,” ujar Didin yang sedang mereparasi sepeda, Kamis (11/3/2021). 

Keuntungan yang tak lebih besar daripada modal yang dikeluarkan membuat usaha ini terseok-seok. Berbagai usaha dilakukan olehnya agar usaha ini tetap berjalan. Ia selalu semangat membuka jasanya itu, sebab itulah satu-satunya sumber pencaharian yang ada

Butuh Dukungan Modal Usaha

Sebelum membuka jasa servis sepeda, Didin menjadi buruh lepas yang mengandalkan panggilan pekerjaan dari orang. Usia yang semakin menua dan kondisi fisik yang tak lagi prima, mengharuskan Didin mencari nafkah dengan cara lain.

Jasa servis sepeda miliknya pun tak membuat Didin keluar dari kesusahan ekonomi, apalagi badai pandemi yang juga belum mereda. Didin berharap, di tengah pandemi ini ia bisa melakukan usaha lain atau jasa servis sepedanya semakin dikenal orang.[]