Suminah: "Belum Lihat Orang Senang, Saya Belum Merdeka"

Bagi Suminah, merdeka berarti bisa membantu orang lain meski dalam kondisi keterbatasan ekonomi. Namun, ia bangga karena masih bisa "menyumbangkan" tenaga dan pikirannya dengan menjadi relawan.

Makna Merdeka
Suminah yang akrab disapa Mpok Minah saat memberikan bantuan paket pangan kepada warga di Kabupaten Bekasi. (ACTNews).

ACTNews, JAKARTA — Suminah (37 tahun), seorang ibu tunggal yang memilih untuk bergabung menjadi relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Kabupaten Bekasi sejak 2020 lalu ini mengungkapkan makna kemerdekaan bagi dirinya. Ibu dari tiga anak ini memaknai kemerdekaan dengan terjun menjadi relawan dan berharap bisa memberikan manfaat kebaikan secara luas.

Suminah, yang kerap disapa Mpok Minah ini, bergabung sejak tahun lalu. Bermula ketika ia diajak oleh tetangganya untuk mendaftar sebagai relawan. Keinginan kuat dalam diri Suminah agar bisa menjadi manfaat bagi orang lain membawanya pada keputusan untuk menjadi bagian dari MRI-ACT. Selama setahun ini, ia telah mengikuti beragam aksi di berbagai program ACT, diantaranya Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN), Konser Kemanusiaan bersama Melly Goeslaw, juga aksi kepedulian untuk Palestina yang dialokasikan sebagai penyediaan ambulans Indonesia di Gaza.

Pada momen jelang hari kemerdekaan RI, tim ACTNews mewawancarai Suminah tentang makna merdeka baginya. Melalui sambungan telepon, ia menjelaskan makna merdeka yang baginya sederhana, tak muluk-muluk, yang penting bisa berguna dan bermanfaat untuk orang lain. Hal itu yang sejaki dahulu hingga kini Suminah tanamkan dalam dirinya.

“Merdeka itu bisa membantu orang lain, saya sadar saya masih kurang secara ekonomi tetapi saya bangga bantu orang lain dengan tenaga dan pikiran saya,” katanya saat diwawancarai, Senin (16/8/2021).

Ia kemudian bercerita mengapa kemerdekaan sebenarnya begitu mudah dirasakan oleh setiap orang. Berawal dari cerita anak ketiganya yang meninggal dunia akibat leukimia, Suminah mendapatkan bantuan dan dukungan dalam berbagai bentuk. Ia mendapatkan bantuan ekonomi dari keluarga, teman, bahkan hingga orang yang tak dikenal. Itulah titik balik Suminah. Ia menanamkan di dalam benaknya tentang apa yang harus dilakukan agar bisa meringankan kesusahan orang lain. Sejak saat itu ia beritikad bahwa meski ekonomi pas-pasan, ia berharap tenaga dan pikirannya tetap bisa dimanfaatkan.

“Jadi di hati itu, ya Allah saya harus bisa, kalo ada yang butuh saya bantu, ini bentuk kesenangan hati bisa bantu orang, karena dengan amalan ini bisa menjadi pembeda di surga,” kata Suminah.

Di sisi lain, Suminah mengatakan bahwa makna lain merdeka versinya yaitu ketika melihat orang-orang disekitarnya merasa bahagia. Termasuk bahagia yang dirasakan oleh ketiga anak-anaknya yang menemani hingga saat ini.

“Saya merdeka kalau anak saya merasa senang dan bahagia, kalau belum, saya belum merdeka. Belum liat orang senang belum merdeka,” ucapnya.