Sumur Air Wakaf, Oase Warga Prasejahtera Somalia di Tengah Konflik

Sumur air mengubah hidup warga Desa Nero, Somalia. Sumber air baru itu membuat warga mendapatkan air yang aman dikonsumsi.

Anak-anak Somalia bahagia memiliki sumber air bersih. Kini warga dan hewan ternaknya bisa mengonsumsi air dengan aman. (ACTNews)

ACTNews, ABDIAZIZ Konflik membuat warga Desa Nero, Distrik Abdiaziiz, Somalia, mengungsi. Mereka pun mengalami kesulitan hidup di pengungsian lantaran kehilangan mata pencaharian dan jauh dari mata air. 

Tim Global Humanity Response - Aksi Cepat Tanggap Amir Firdaus melaporkan, mayoritas penduduk Distrik Abdiaziiz mencari nafkah sebagai nelayan, penggembala sapi, dan budidaya perikanan. Distrik Abdiaziiz memiliki pelabuhan laut alami digunakan untuk kegiatan komersial barang ekspor dan impor. Namun kini mereka hidup sulit dan jauh sulit mendapat air bersih.

"Sejak konflik pecah, mereka harus mengungsi dan mengalami kesulitan. Mulai dari kehilangan mata pencaharian hingga mengakses air bersih. Saat ini, alhamdulillah, dengan adanya sumur wakaf 350 orang pengungsi bisa mendapat akses air bersih," ujar Amir. 

Ia melanjutkan, program Sumur Wakaf Global Wakaf-ACT  ini tidak hanya memberikan air, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjaga sumber air mereka. Tim Global Wakaf-ACT memberikan pembekalan dan pengelolaan sumber air hingga dapat meningkatkan ekonomi. "Ini bertujuan agar komunitas penggembala dapat meningkatkan hasil ternak dari sumber air tersebut," katanya. 

Salah seorang warga Desa Nero, Ali Abdurrahman Mohamed bersyukur bisa mendapatkan air bersih yang aman dikonsumsi. Menurut Ali, sumur air mengubah hidup warga Desa Nero. Mereka bisa mendapat air yang aman dikonsumsi untuk dirinya dan hewan ternak. 

"Alhamdulillah saya senang sekali, karena saya dan keluarga bisa mendapatkan air yang bersih dan aman dikonsumsi. Kami berdoa kepada Allah untuk memberikan surga-Nya kepada pewakif sumur air ini," ucap Ali. 

Pembuatan sumur air di Somalia dilakukan selama periode 13 Desember 2020 sampai 25 Januari 2021. Bekerja sama dengan Kitabisa, sumur ini dapat dimanfaatkan oleh 350 orang warga dari 50 KK Somalia di Desa Nero. Program ini akan dilanjutkan ke wilayah lainnya di Afrika dan negara lain.[]