Sumur Sedekah Tunjang Sanitasi Warga dan Jemaah Musala di Karawang

Selain mengatasi air yang asin karena berada tak jauh dari pantai, sumur ini juga dilengkapi dengan MCK karena banyak warga yang belum memiliki MCK di rumahnya.

Sumur Sedekah Tunjang Sanitasi Warga dan Jemaah Musala di Karawang' photo
Santri-santri pengajian di musala tempat sumur dibangun sedang menggunakan air untuk beruwudu. (ACTNews/Amad)

ACTNews, KARAWANG - Hanya dibutuhkan lima hari hingga air bersih mengalir dari tanah berkedalaman 80 meter. Masyarakat Dusun Ciligur, Desa Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang kini bisa sedikit lega. Sumur itu kini bisa mengalirkan air bersih untuk mereka.

“Biasanya warga ambil air di rumahnya masing-masing pakai sumur dangkal dan airnya itu asin karena lokasi dusunnya tidak jauh dari pantai. Kalau belum melewati batas asin (tanah berkedalaman tertentu), belum dapat air tawarnya,” kata Wahyudin, salah seorang warga yang juga membantu pembangunan sumur melalui program Sedekah Sumur - Global Wakaf pada Senin (7/10) lalu.

Pembangunan sumur yang juga hasil kerja sama dengan Vanilla Hijab, sebuah perusahaan fesyen hijab, menjadi salah satu sumur yang bisa diandalkan warga. Pasalnya, menurut Wahyu, tidak semua keluarga memiliki sumur yang dalam. Kalaupun memiliki sumur, terkadang mereka tidak memiliki MCK. Oleh karenanya, beberapa warga dapat memanfaatkan air dan MCK Musala Nurul Amal, tempat sumur tersebut dibangun.


Salah satu warga sedang melengkapi cat tembok Sumur Wakaf di Desa Sindangmukti. (ACTNews/Amad)

“Kemarin kita prioritaskan dari MCK yang dibangun ini agar lebih banyak dipakai oleh anak-anak. Karena kita khawatir anak-anak yang BAB di pinggir kali bisa tercebur karena minim pengawasan. Tempat BAB selain musala, sementara hanya tersedia di selokan dan kali irigasi,” Wahyu menjelaskan.

Sumur beserta MCK tersebut sudah dapat digunakan warga secara umum semenjak Kamis (26/10) silam. Selain untuk kebutuhan musala, sumur kini sering dipakai untuk umum, baik keperluan konsumsi maupun sanitasi.

“Alhamdulillah, sekarang banyak yang sudah memanfaatkan sumur ini. Ada santri-santri pengajian dan jemaah masjid, lansia dan anak-anak yang rentan untuk buang air di selokan dan kali irigasi, sampai keluarga yang air di rumahnya kurang layak konsumsi,” kata Wahyu.

Karena kemanfaatan yang luas itu juga, warga kini merawat sumur itu bersama-sama. Hal tersebut disampaikan oleh Fitri Madaniah dari tim Global Wakaf. Menurut Fitri, sejak awal warga sudah berkomitmen untuk menjaga sumur ini secara kolektif.

“Warga sudah ada diskusi sejak awal dan hasilnya warga bersepakat untuk menjaga sumur ini bersama-sama. Tidak hanya itu, masyarakat juga bersedia untuk bergotong-royong dalam pembangunan, pembiayaan operasional per bulan, dan perawatan sumur ini,” kata Fitri. Fitri berharap, komitmen ini dapat terus terjaga sehingga kemanfaatan dari sumur ini dapat mengalir seterusnya kepada warga Desa Sindangmukti. []

Bagikan

Terpopuler