Sumur Wakaf Alirkan Air Bersih untuk Warga Tarumajaya

“Alhamdulillah saya girang banget, saya sangat berterima kasih karena adanya bantuan Sumur Wakaf ini. Sekarang warga jadi pakai air bersih semua, cuci piring, cuci baju, mandi, wudu semuanya air bersih. WC-nya juga bagus jadi enggak ada yang lari ke sawah, Alhamdulillah, sekali lagi terima kasih,” cerita Satih, warga Kampung Tambun Sungai Angke, Bekasi.

Warga Kampung Tambun Sungai Angke, Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi bahagia bisa menggunakan MCK dan air bersih dari sumur wakaf Global Wakaf - ACT Bekasi. Puluhan tahun, mereka biasa menggunakan air sawah dan sungai yang kotor. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Satih (50), warga Kampung Tambun Sungai Angke, Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kini bernapas lega dan girang bukan kepalang. Pasalnya, ia dan keluarga akhirnya bisa mendapatkan air bersih dengan mudah. Padahal, sebelumnya, air bersih dan jernih merupakan barang langka warga Kampung Tambun Sungai Angke.

Satih bercerita, warga di kampungnya sejak puluhan tahun lalu sudah merasakan sulit mengakses air bersih. Mereka terpaksa mengambil air dari kubangan yang ditampung dari sawah, hujan, dan sungai yang mengalir dekat pemukiman mereka. 

“Kalau orang dulu bilang itu kobak atau empang, yaitu sumur yang digali warga. Kalau airnya banyak dari sawah itu bening, tetapi kalau sawahnya kering, airnya kuning, kalau dari pabrik airnya banyak, tetapi warnanya hitam,” ujar Satih kepada tim Aksi Cepat Tanggap Bekasi, Jumat (25/12).

Satih dan warga lainnya terpaksa memakai air yang ada sebab dirinya tidak bisa berbuat banyak apalagi harus membuat sumur bor dengan kedalaman ratusan meter. “Kalau kita pakai yang ada aja, bening hitam kuning semua dirasain. Kalau orang kampung bilang mandi nyampur sama bebek,” lanjutnya. Satih mengaku, air tersebut digunakannya untuk mandi, berwudu, mencuci pakaian, bahan makanan, termasuk mencuci beras.

Satih dan warga kampung pun bersyukur atas rampungnya pembangunan Sumur Wakaf dari Global Wakaf ACT Bekasi. Sumur Wakaf kini menjadi sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga di RT 02 RW 20, Desa Segarajaya. Satih mengungkapkan, saban pagi sejak bada subuh hingga pukul 10.00, antrean warga yang silih berganti menggunakan MCK Sumur Wakaf. 

“Alhamdulillah saya girang banget, saya sangat berterima kasih karena adanya bantuan sumur wakaf ini. Sekarang warga jadi pakai air bersih semua, cuci piring, cuci baju, mandi, wudu semuanya air bersih. WC-nya juga bagus jadi enggak ada yang lari ke sawah, Alhamdulillah, sekali lagi terima kasih,” ujarnya.

 

Lewat unggahan media sosial

Cerita krisis air bersih di Desa Segarajaya diperoleh ACT Kota Bekasi tiga bulan lalu, lewat sebuah unggahan foto dan video. Tim ACT Kota Bekasi pun merespons permasalahan itu.

“Alhamdulillah atas izin Allah dan dukungan banyak pihak serta donatur, telah dibangun Sumur Wakaf dengan kedalaman 102 meter ke bawah tanah. Semoga manfaatnya bisa terus mengalir seiring dengan aliran air yang ada untuk 40 Kepala Keluarga di sini dan aliran pahala mengalir untuk para wakif yang menitipkan sebagian hartanya melalui Global Wakaf-ACT Bekasi,” ujar Kepala Cabang Global Wakaf-ACT Bekasi Ishaq Maulana. 

Kini, lanjut Ishaq, ikhtiar terus berlangsung untuk pembangunan kedua Sumur Wakaf di wilayah yang sama. Hal tersebut dilakukan mengingat masih banyak warga yang membutuhkan. Maka dari itu, ACT Bekasi masih membuka penggalangan donasi dari laman Indonesia Dermawan

“Karena di sini total ada 89 Kepala Keluarga, sedangkan satu unit sumur wakaf hanya bisa digunakan 40 kepala keluarga. Kami ingin berikhtiar dan memohon dukungan Sahabat Dermawan melalui wakaf,” pungkasnya.[]