Sumur Wakaf Atasi Keterbatasan Air di Blora

Ketika kemarau, ketersediaan air akan minim atau malah habis sama sekali. Musala menjadi salah satu sumber air yang kemudian diandalkan saat kemarau tiba.

Sumur Wakaf Atasi Keterbatasan Air di Blora' photo
Tim sedang melakukan penggalian. Sumur kemudian mengalirkan air hanya pada kedalaman 20 meter. (ACTNews)

ACTNews, BLORA – Tinggal menunggu pembangunan MCK selesai untuk melengkapi pembangunan Sumur Wakaf di Dukuh Kalibiting, Desa Waru, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Sumur yang terletak di samping Musala Al-Muttaqin ini, sebelumnya telah mengeluarkan air bersih ketika digali hanya dengan kedalaman 20 meter saja.

Biasanya warga memang sering memanfaatkan Musala Al-Muttaqin sebagai salah satu tempat mandi dan cuci, terutama ketika musim kemarau. Hal ini karena musala tersebut terletak di tengah-tengah dukuh. Saat masuk musim kemarau, PDAM akan mengecil debit airnya atau bahkan mati sama sekali.

“Ketersediaan air bersih pada musim kemarau di Dukuh Kalibiting sering terganggu karena mengecilnya debit air dari pipa PDAM. Bahkan terkadang macet, tidak keluar air. Kalau sudah begitu, beberapa warga mengambil air dari sumur-sumur galian lama yang dalamnya sekitar 8 meter dan sangat terbatas ketersediaan airnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Hamas Rausyanfikr dari tim Global Wakaf pada Senin (14/10) ini.

Padahal kebutuhan warga tidak hanya untuk mandi dan cuci belaka, tetapi juga untuk menghidupi ternak-ternak yang menjadi sumber penghidupan mereka. Nantinya kata Hamas, selain dapat dipakai untuk keperluan umum sebanyak 30 kepala keluarga, Sumur Wakaf ini juga akan menunjang kegiatan sekitar 30 jamaah Musala Al-Muttaqin.


Sebelumnya saat kekeringan, warga mesti mengandalkan air dari sumur-sumur dangkal yang kedalamannya sekitar 8 meter. (ACTNews/Rahmed)

“Karena cukup banyak juga aktivitas keagamaan di sini selain salat lima waktu, tapi ada juga yasinan setiap Jumat sore, kajian Riyadhus Shalihin dan Fadhilah Amal setiap usai maghrib, ada belajar baca tulis Alquran setiap sore untuk anak-anak. Jadi kita harap sumur ini juga bisa menunjang kegiatan-kegiatan ini,” ujar Hamas.

Air sudah dapat mengalir sejak akhir bulan September lalu, dan telah dapat dipakai oleh warga secara luas. Tetapi MCK masih dalam proses pembangunan hingga hari ini. Hamas menargetkan, MCK untuk Sumur Wakaf itu akan rampung dalam satu pekan ke depan. []

Bagikan