Sumur Wakaf Bantu Warga Bogor Hadapi Kemarau

Dengan mengalirkan selang ke pancuran air, Sumur Wakaf di Musala At-Taqwa, Desa Karacak, Bogor ini menjadi solusi masalah kekeringan di wilayah tersebut.

Sumur Wakaf Bantu Warga Bogor Hadapi Kemarau' photo

ACTNews, BOGOR - Selain membangun penampungan air yang dialirkan dari pancuran air pegunungan, Global Wakaf juga membangun MCK di Musala At-Taqwa, Kampung Legok Teras, Desa Karacak, Bogor. Sebagai ketua RT setempat, Safrudin merasa lega karena adanya MCK ini menghilangkan kebiasaan beberapa warga yang buang air di selokan.

“Sebelum dibangun sumur ini, beberapa warga buang air besar pun di selokan kecil. Masih mending kalau musim hujan, kalau musim kemarau itu kan baunya bisa kemana-mana. Apalagi ambil air itu cukup jauh,” kata Safrudin.

Pada musim kemarau juga, warga yang memiliki sumur sendiri di rumahnya, kerap mengalami kekeringan. Warga-warga yang mengalami kekeringan tersebut pada akhirnya akan mengandalkan air dari Sumur Wakaf yang dekat dari tempat mereka tinggal.


“Kadang-kadang mereka gunakan air dari rumah masing-masing, tapi kalau sudah kemarau penuh semua (warga) ke Sumur Wakaf ini, karena air mereka semua kering di di rumahnya masing-masing. Sekitar 15 kepala keluarga yang akan ke sini,” Safrudin menjelaskan.

Sebelum adanya Sumur Wakaf, warga akan mengambil air dari pancuran dari pegunungan, yang mana merupakan sumber mata air utama warga. Air dari pancuran tersebut tidak pernah kering sekalipun kemarau selama enam bulan lamanya. bahkan Global Wakaf mengalirkan air Sumur Wakaf langsung dari pegunungan tersebut, sehingga Sumur Wakaf tidak terdampak kekeringan.

Tetapi pada musim kemarau, saking banyaknya orang-orang yang mengakses air dari pancuran, warga mesti mengantre untuk menggunakan airnya. Menurut Safrudin, hal ini akan merepotkan apabila kebutuhan air warga sangat mendesak.

“Kalau waktu kemarau memang benar antre. Jadi di pancuran itu ada batu-batu besar, itu satu batu suka dipakai sampai lima orang untuk mencuci. Bahkan kampung-kampung di atas ketika kemarau akan turun juga ke situ,” tuturnya.

Karena digunakan secara kolektif, Safrudin juga selalu mengimbau warganya untuk secara rutin membersihkan sumur tersebut bersama-sama. Hingga kini sumur tersebut masih bertahan setelah dibangun sejak 2016 lalu.


“Untuk perawatannya sendiri saya buatkan jadwal, jadi untuk warga yang memakai harus merawatnya juga harus bersama dan bersungguh-sungguh menjaganya. Karena bagaimanapun juga kebersihan itu pangkal kesehatan, harus benar-benar bersih,” ujar Safrudin.

Safrudin bersyukur dengan adanya Sumur Wakaf di kampungnya tersebut. Menurutnya selain mengatasi kekeringan di kampungnya, Sumur Wakaf juga menunjang aktivitas jemaah musala yang kerap mengadakan pengajian di malam Jumat. Tetapi ia berharap untuk selanjutnya pengairan air dari pancuran ke Sumur Wakaf dapat lebih baik dari ini.

“Karena sekarang ini kita masih menggunakan selang dari penampungan di pancuran, jadi selangnya sering terlepas, terutama kalau sedang musim hujan. Kami berharap ke depannya, bisa mengadakan pipanisasi untuk sumur ini agar pengairannya lebih baik lagi,” harap Safrudin. []

Bagikan

Terpopuler