Sumur Wakaf, Berkah Ganda bagi Warga Kampung Cihonje

Sumur Wakaf, Berkah Ganda bagi Warga Kampung Cihonje

ACTNews, TASIKMALAYA - Menjelang azan Asar, sejumlah anak dan remaja Kampung Cihonje, Tasikmalaya, langsung bergerak menuju musala yang berada tak jauh dari pemukiman. Mereka adalah para santri yang kerap mengaji di Musala Al-Muhajirin, Kampung Cihonje. Satu per satu dari mereka berwudu di sebuah fasilitas wudu yang terintegrasi dengan MCK. Derasnya air mengucur dari keran-keran yang ada, sesuatu yang tidak bisa mereka dapatkan lebih dari setahun yang lalu.

Sumur untuk fasilitas wudu berikut MCK yang ada Masjid Al-Muhajirin memang baru dibangun pertengahan tahun 2016 lalu. Pembangunan tersebut ditopang sepenuhnya oleh Program Wakaf Sumur yang dikelola oleh Global Wakaf Foundation. Sebelumnya, musala ini tidak memiliki sumur dan fasilitas wudu. Para santri maupun warga biasa berwudu dari sebuah kolam ikan yang terletak tak jauh dari musala itu.

Jaelani Enjang (50), ustaz yang mengajar para santri di Musala Al-Muhajirin, menuturkan, air kolam ikan memang tidak begitu jernih. Namun demikian, mereka tidak punya pilihan lain karena belum adanya sarana wudu yang memadai.

“Para santri dan warga di sini menggunakan air seadanya yang ada di kolam. Air yang sudah ada ikannya itu mungkin itu kurang bersih, tapi hanya itu yang ada,” ungkap Ustaz Jaelani.

Diakui Ustaz Jaelani, keberadaan kolam yang cukup dekat dengan rumah pribadinya tersebut memang awalnya untuk budidaya ikan semata.

“Lalu masyarakat dan anak-anak di sini semakin butuh sarana ibadah untuk salat dan mengaji. Maka dari itu keluarga saya membangun musala ini, alhamdulillah. Sementara itu, kolam ikan itu digunakan untuk berwudu. Kadang beberapa warga juga mengambil air dari sana untuk kegiatan MCK,” lanjutnya.  

Ustaz Jaelani mengaku amat bersyukur saat Tim Wakaf Sumur GW memulai pembangunan sumur wakaf tak jauh dari lokasi musala yang dikelolanya. Sudah setahun lebih sumur wakaf dimanfaatkan untuk fasilitas wudu dan MCK oleh warga Kampung Cihonje. Adanya sumber air bersih yang memadai membuat sebagian besar warga rutin mengunjungi musala untuk beribadah, terutama para santri di sana.

“Para santri, yang jumlahnya sekitar 60 orang, jadi lebih betah dan nyaman untuk beribadah, karena untuk berwudu airnya sudah bersih dan bisa diambil kapan saja. Apalagi waktu Ramadan lalu, banyak warga yang salat berjamaah di sini karena sudah adanya fasilitas wudu. Alhamdulillah, kehadiran sumur wakaf ini benar-benar bermanfaat,” ungkap Jaelani.

Rasa syukur itu juga dirasakan ratusan warga Kampung Cihonje yang sebagian besar bekerja sebagai buruh tani. Untuk menjaga keberlangsungan manfaat sumur wakaf yang ada, para warga secara bergantian merawat baik sumur maupun MCK tersebut.

“Alhamdulillah, kami jadi lebih guyub juga. Karena, kami secara rutin gotong royong membersihkan sumur dan MCK ini setiap harinya. Biar bisa dipakai terus,” imbuh Jaelani.

Bagi warga Kampung Cihonje, kehadiran sumur wakaf di kampung mereka menjadi berkah ganda. Sumur wakaf tidak sekadar menghadirkan air bersih untuk kebutuhan harian mereka. Lebih dari itu, sumur wakaf yang ada dirasa mampu menggerakkan spirit keagamaan maupun keguyuban mereka. []

Tag

Belum ada tag sama sekali