Sumur Wakaf Bersamai Jalannya Pembangunan Musala Baitul Muttaqien

Pembangunan Masjid Baitul Muttaqien di Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung, telah berlangsung selama 10 tahun. Tetapi banyak yang belum dapat terselesaikan sampai sekarang termasuk tempat wudu dan MCK. Jemaah sebelumnya hanya mengandalkan air dari pegunungan dan bergiliran memperoleh air dari urutan rumah warga atau membawa air dari rumah masing masing untuk berwudu.

Jemaah Musala Baitul Muttaqien sedang memanfaatkan air dari Sumur Wakaf yang baru saja rampung dibangun. (ACTNews)

ACTNews, LAMPUNG – Musala Baitul Muttaqien sudah berdiri sejak tahun 2002. Jauhnya akses muasala di Desa Margodadi pada saat itu menjadi latar belakang pendirian musala di Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung ini. Awal berdirinya musala ini pun hanya berfasilitas seadanya, hanya terbuat dari papan dan bambu.

Pada tahun 2010 masyarakat bergotong-royong dan berswadaya untuk membangun musala menjadi lebih layak. Namun 10 tahun berlalu, sementara pembangunan musala belum semuanya rampung. Terutama pada tempat wudu, kamar mandi, lantai teras, plafon, dan dinding.

“Tidak jarang ketika musim kemarau masyarakat sangat kesulitan memperoleh air untuk berwudu. Warga juga hanya mengandalkan air dari pegunungan dan bergiliran memperoleh air dari urutan rumah warga atau membawa air dari rumah masing-masing untuk berwudu. Tempat wudu masjid pun tidak memiliki MCK,” kata Regina Locita Pratiwi dari Tim Global Wakaf – ACT Lampung.


Fasilitas yang sebelumnya digunakan jemaah Musala Baitul Muttaqien untuk beruwudu. (ACTNews)

Untuk membantu pembangunan Musala Baitul Muttaqien, Global Wakaf – ACT menyalurkan amanah dermawan berupa satu unit Sumur Wakaf. “Pembangunan sumur bor sedalam 40  meter diharapkan menjadi sumber air baru bagi warga sekitar. Selain dapat bermanfaat untuk jemaah musala, tentu kita berharap Sumur Wakaf ini juga bisa bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya,” kata Regina.

Pembangunan Sumur Wakaf yang dimulai pada Agustus lalu ini pun, telah rampung pada Selasa (29/12) silam. Warga sudah dapat menikmati air dari Sumur Wakaf. Tokoh masyarakat setempat Ustaz Umar mengucapkan syukurnya atas berdirinya Sumur Wakaf ini.


“Alhamdulillah senang, karena memang keadaan di sini airnya jelek juga. Karena musim kemarau kita juga susah dapat air. Sekarang air dari sumur ini dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan lain-lain. Harapan ke depannya Sumur Wakaf dapat bermanfaat untuk warga yang membutuhkan, sehingga Jemaah di sini salat tidak susah lagi utnuk mengambil air dari rumah, dan kami tidak khawatir kekeringan ketika musim kemarau,” tutur Ustaz Umar.

Melihat kegembiraan para warga, Regina turut mengajak para dermawan untuk semakin meluaskan manfaat dari Sumur Wakaf di Lampung. “Masih banyak lagi titik yang membutuhkan bantuan kita untuk mendampingi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan air bersih. Oleh karenanya kami mengajak para dermawan untuk terus meluaskan manfaat Sumur Wakaf melalui laman Indonesia Dermawan atau transfer langsung melalui rekening BNI Syariah di nomor 66 0000 699,” ajak Regina. []