Sumur Wakaf Cukupi Kebutuhan Air Warga Blora Saat Kemarau

Meskipun akses air bersih dekat dan kondisi air cukup layak, seringkali warga Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, mengalami kekeringan akibat kemarau yang mengurangi debit air. Global Wakaf - ACT membangun Sumur Wakaf di Desa Cabean untuk mempermudah warga mendapatkan air saat kemarau berlangsung.

Sumur Wakaf Cukupi Kebutuhan Air Warga Blora Saat Kemarau' photo
Anak-anak pengajian Musala Baitul Karim mencoba air Sumur Wakaf yang baru diresmikan awal Maret lalu ini. (ACTNews)

ACTNews, BLORA – Akses menuju sumber air mudah dan kondisinya masih layak untuk dikonsumsi warga Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) tersedia sehingga masyarakat bisa memanfaatkan air bersih dari sana.

Namun ketika musim kemarau, debit air dari PAMSIMAS akan berkurang, sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan sekitar 3.000 warga yang tinggal di Desa Cabean. Oleh karenanya, seringkali warga mengantre giliran untuk mendapatkan air saat musim kemarau.


Ketersediaan air bersih pada musim kemarau di Desa Cabean cukup mengkhawatirkan. Karena saat debit air mengecil, warga harus menunggu giliran dari air PAMSIMAS,” kata Wahyu Nur Alim, dari Tim Global Wakaf pada Rabu (25/3) ini.

Global Wakaf membangun satu unit Sumur Wakaf  di Musala Baitul Karim, Desa Cabean untuk mengatasi kesulitan air bersih ini. Tanah yang cenderung berlumpur membuat sumur dibangun dengan cukup dalam, yakni 30 meter.


Warga setempat yang sedang berwudu di Sumur Wakaf Desa Cabean. (ACTNews)

“Selain bermanfaat untuk sekitar 90 warga sekitar lokasi, kita juga berharap nantinya Sumur Wakaf ini dapat menunjang kegiatan musala. Karena Musala Baitul Karim sering jadi tempat aktivitas keagamaan seperti yasinan setiap malam Jumat dan pengajian anak-anak,” tutru Wahyu.

Targetnya, ada sekitar 30 jemaah yang akan menerima manfaat dari Sumur Wakaf ini. Sumur yang dilengkapi MCK initelah selesai dibangun dan diresmikan pada Rabu (4/3) lalu dan langsung digunakan oleh anak-anak sekitar yang mengaji di musala tersebut.

Warji, salah satu warga yang memanfaatkan air Sumur Wakaf, mengucapkan terima kasihnya kepada Global Wakaf – ACT. Sebelumnya ia kesulitan mengambil air karena air yang ia dapat dari mesin air, kadang alirannya tersendat-sendat.

“Saya mengucapkan terima kasih sekali kepada Global Wakaf – ACT yang sudah membangun Sumur Wakaf untuk warga Desa Cabean. Sebelum dibangunnya Sumur Wakaf, saya mendapatkan air dari mesin pompa air ataupun PAM. Tetapi terkadang airnya kecil dan untuk mendapatkan air, mesti ‘dipancing’ dahulu airnya,” ujar Warji. []


Bagikan