Sumur Wakaf Dermawan Redam Krisis Air Global

Ratusan Sumur Wakaf yang telah dibangun di 10 negara dimanfaatkan sekitar 369 ribu jiwa.

sumur wakaf global
Sumur Wakaf dibangun di wilayah yang dilanda krisis air. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Sumur Wakaf hasil sedekah Sahabat Dermawan tidak hanya ACT bangun untuk masyarakat dalam negeri, tetapi juga diperuntukkan bagi masyarakat global. Sepanjang program Sumur Wakaf berjalan, total sudah ada 273 sumur yang dibangun dengan lebih dari 369 ribu jiwa penerima manfaat.

Sumur Wakaf hadir meredam krisis air di sejumlah negara di Afrika, yaitu Kenya, Mali, Ghana, Uganda, dan Somalia. Total ada 50 sumur di Afrika. Kemudian untuk wilayah Timur Tengah, ada Yaman, Suriah, dan Palestina dengan total 26 Sumur Wakaf

"Di Timur Tengah, mayoritas sumur dibangun di Palestina, tepatnya di Gaza. Di Gaza, 97 persen air tercemar dan tidak layak diminum," jelas Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, Selasa (19/10/2021).

Sumur Wakaf paling banyak dibangun di kawasan Asia Tenggara, tepatnya di Bangladesh dan Myanmar. Masing-masing 74 dan 110 sumur. Sumur-sumur tersebut dibangun untuk pengungsi Rohingya.

Firdaus menjelaskan, Sumur Wakaf yang dibangun untuk pengungsi internal di Myanmar disebabkan wilayah Rakhine amat jarang memiliki air. Firdaus menerangkan, ada dua jenis Sumur Wakaf yang dibangun di ACT, yakni pipanisasi dan komunal. Keduanya dibangun sesuai dengan ketersediaan air tanah di lokasi.

"Jika ketersediaan airnya besar, maka akan dibangun Sumur Wakaf pipanisasi, yang menggunakan teknologi terkini untuk mengolah air dan bisa disalurkan melalui pipa ke rumah warga. Namun, jika ternyata airnya memang terbatas, maka akan menggunakan sumur komunal. Sumur jenis ini lah yang rata-rata dibangun untuk pengungsi," jelas Firdaus.

Ia menegaskan, jumlah Sumur Wakaf di seluruh dunia perlu ditambah. Sebab, masih banyak masyarakat dunia yang mengalami krisis air dan belum terjamah oleh bantuan.[]