Sumur Wakaf Diharapkan Jadi Solusi Kekeringan di Dusun Prambanan

Dusun Prambanan, Kabupaten Sumenep, sering mengalami kesulitan air bersih ketika kemarau. Warga sampai harus mengambil air di desa lain, atau membeli air yang dijual per tangki.

sumur wakaf sapudi
Sumur Wakaf beserta pipanisasi, memudahkan warga dalam memperoleh air bersih sekalipun di musim kemarau. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SUMENEP – Secara geologis, Dusun Prambanan, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, memiliki karakter tanah yang berbatu. Karakter tanah yang demikian, menjadikan dusun rawan akan kekeringan.

Cholillurahman warga sekitar yang juga pengurus pembangunan Sumur Wakaf di Dusun Prambanan mengatakan, kekeringan akan terjadi ketika dua pekan saja tak turun hujan di Dusun Prambanan. Warga akan mengalami kesulitan air bersih, sampai mereka harus mengambil air ke desa sebelah atau membeli air.

“Ketika kekeringan, ambil ke Desa Pancor pakai sepeda motor. Kalau bagi orang yang agak mampu, bisa langsung beli Rp75 ribu per pikap. Itu insyaallah bisa dipakai sekitar satu pekan,” ujar Cholil.


Selain dari desa sebelah, warga juga memiliki sumber air lain. Tetapi jaraknya juga cukup jauh dan aksesnya sulit. Yakni berada di hutan yang jauh dari pemukiman warga sekitar. Belum lagi warga sekitar yang tak semuanya memiliki MCK. Diperkirakan, baru 40% warga yang memiliki MCK pribadi.

Untuk itu, Global Wakaf-ACT kemudian membangun Sumur Wakaf dan pipanisasi, beserta MCK untuk warga Dusun Prambanan. Sumur Wakaf ini sudah dapat digunakan sejak awal Mei lalu. “Sangat bergembiralah karena air sudah dalam istilah gampang. Terutama untuk diminum dan mencuci,” ujar Cholil. []