Sumur Wakaf Dukung Pesantren al-Futuhat Kembangkan Pendidikan di Kampung Pamupukan

Demi kemajuan pendidikan di Kampung Pamupukan, Pondok Pesantren al-Futuhat yang baru berdiri pada tahun 2020 sampai saat ini tidak memungut biaya dari para santri, malah memberikan tunjangan kepada mereka. Tetapi para santri selama ini belajar dalam kondisi yang sederhana.

sumur wakaf serang
Banyak fasilitas yang dibutuhkan oleh para santri di Pondok Pesantren al-Futuhat, termasuk MCK salah satunya. (ACTNews)

ACTNews, SERANG – Pondok Pesantren al-Futuhat di Kampung Pamupukan, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, baru berdiri pada tahun 2020 lalu. Meskipun terbilang baru, Ustaz Mukhtar (43) sebagai pendiri pesantren tersebut punya optimisme yang tinggi mengembangkan pendidikan di kampung tersebut.

“Pondok pesantren ini dibangun atas dasar keprihatinan Ustaz Mukhtar, terhadap beberapa masyarakat yang sulit memfasilitasi pendidikan anak-anaknya sebab terkendala ekonomi. Agar pendidikan tidak terputus, dengan semangat dan keteguhannya Ustaz Mukhtar memberanikan diri untuk membangun pondok ini secara gratis,” ujar Sukma Jayalaksana sebagai Head of Marketing Global Wakaf-ACT Serang Raya pada Jumat (8/10/2021).

Demi mewujudkannya, ustaz yang sudah hampir 20 tahun menimba ilmu di beberapa pondok pesantren ini bahkan merogoh kocek sendiri. Terkadang dana juga berasal dari jemaah, atau pun swadaya dari keluarga Ustaz Mukhtar.

“Ada 22 santri dan hampir semuanya berasal dari kalangan prasejahtera. Ustaz Mukhtar membiayai mereka setiap orang sebesar Rp10 ribu per hari,” kata Sukma.


Tetapi karena keterbatasan dana operasional ini, para santri juga terbiasa belajar dalam kondisi sederhana. Bangunan tempat para santri menimba ilmu sangat terbatas. Beberapa bilik a
srama tempat menginap santri berlubang. Sehingga ketika hujan, air masuk ke asrama.

Begitu pula dengan fasilitas MCK yang terbatas. Santri memiliki MCK sendiri namun kondisinya kurang baik. “Oleh karenanya, pembangunan MCK menjadi prioritas pondok. Ditambah saat kemarau panjang di kampung ini, debit air sering mengecil. Sehingga semakin sulit bagi santri untuk memperoleh air bersih,” tutur Sukma.

Untuk membantu sanitasi di Pondok Pesantren al-Futuhat, Global Wakaf-ACT membangun satu unit Sumur Wakaf dengan kedalaman 20 meter yang rampung pada pertengahan April lalu. Diharapkan dengan hadirnya Sumur Wakaf ini, dapat mempermudah para santri dalam belajar serta beribadah, serta untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan.

“Ustaz Mukhtar berharap dari kesederhanaan pondok pesantren ini, banyak anak-anak santri yang kelak menjadi ulama yang bisa berkhidmat untuk umat Islam dan lingkungan sekitarnya. Kami berterima kasih atas amanah dermawan yang sudah mendukung perjuangan Ustaz Mukhtar dan para santri. Semoga dengan bantuan kita, harapan mereka dapat berwujud,” pungkas Sukma. []