Sumur Wakaf, Ikhtiar Meredam Krisis Berkepanjangan di Yaman

Pertumbuhan kolera sangat tinggi di Yaman. Hal ini karena masyarakat sering kali menggunakan air kotor untuk dikonsumsi.

sumur wakaf yaman
Antusiasme anak-anak Yaman ketika pertama kali mendapat air bersih dari Sumur Wakaf. (ACTNews)

ACTNews, ABYAN – Tepat akhir Agustus lalu, dua Sumur Wakaf dibangun di Yaman, tepatnya di Distrik Abyan. Dibangun dengan kedalaman 25 meter, sumur pemberian pewakif Indonesia ini diharapkan mampu mengatasi krisis air bersih dan penyakit yang menyertai. 

"Kedua Sumur Wakaf ini memulai pembangunannya pada bulan Juli lalu. Ini merupakan ikhtiar ACT dan Sahabat Dermawan untuk meredam angka penyakit yang disebabkan dari krisis air. Setidaknya dua sumur ini mampu memenuhi kebutuhan 5.000 warga Yaman di Distrik Abyan," ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, Rabu (15/9/2021).

Lebih lanjut, Firdaus menuturkan, selain untuk dikonsumsi, air dari Sumur Wakaf juga digunakan untuk beribadah muslim di Yaman. Air akan disambungan ke pipa dan mengalir ke keran-keran yang telah dibuat tim ACT untuk memudahkan warga saat berwudu.

"Sumur Wakaf ini juga mampu memberikan perlindungan untuk warga Yaman. Sebab, mereka tak perlu lagi berjalan cukup jauh dengan kemungkinan mendapat serangan dari para ekstremis ketika hendak menuju sumber air," pungkas Firdaus.

Hal ini tentu sangat berbahaya. Air yang kotor mengandung banyak bakteri Salah satu negara di jazirah Arab itu diketahui telah lama menjadi wilayah yang mengalami kelangkaan air. Konflik selama enam tahun telah berdampak parah pada infrastruktur air di negara dengan luas sekitar 555 ribu kilometer persegi tersebut. Kurang lebih, 18 juta warga Yaman pun sangat membutuhkan bantuan air bersih dan akses ke layanan sanitasi yang layak.

Bagi beberapa warga, mereka dapat membeli air ke sektor swasta, itu pun harganya sangat mahal. Hanya segelintir orang yang mampu. Sementara jutaan warga lainnya terpaksa mengandalkan air dari sumber-sumber yang tercemar. Hampir tiap hari ada jutaan warga Yaman yang menggunakan air kotor untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Termasuk untuk dikonsumsi.

Hal ini tentu sangat berbahaya. Air yang kotor mengandung banyak bakteri yang dapat memicu berbagai macam penyakit. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), wabah kolera yang disebabkan infeksi bakteri yang bernama Vibrio cholerae, telah menyebar ke seluruh wilayah Yaman. Kolera membuat penderitanya mengalami diare berat dan dehidrasi. PBB menyebut, ada lebih dari satu juta kasus kolera dan diare akut, serta menyebabkan lebih dari 2.200 kasus kematian akibat penyakit tersebut.[]