Sumur Wakaf Jadi Solusi Kemarau Panjang di Bandung Barat

Semakin panjang kemarau, sumur-sumur dangkal di rumah warga mengalami kekeringan. Sumur di masjid yang diharapkan warga pun, semakin lama ketersediaannya semakin terbatas.

Sumur Wakaf Jadi Solusi Kemarau Panjang di Bandung Barat' photo
Tim Global Wakaf beserta warga Desa Bonga, sedang mengecek lokais yang akan dijadikan Sumur Wakaf untuk warga.

ACTNews, BANDUNG BARAT - Kemarau sudah masuk bulan ke sekian. Sumur-sumur dangkal yang dimiliki warga Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, sudah tak mampu lagi menghadapi kemarau. Sumur-sumur tersebut kini kering dan sekalipun ada airnya sudah tidak dapat dikatakan layak pakai lagi.

Warga kini kebanyakan mengambil air dari masjid-masjid yang berada di dekat pemukiman mereka. Meskipun kata Adi Nurdiansyah, dari tim Global Wakaf menjelaskan, persediaan air di masjid sendiri semakin terbatas dan air yang digunakan juga agak berbau.

“Biasanya mata air memang di rumah masing-masing warga, tapi untuk beberapa bulan ke belakang ini memang kondisinya sedang kering karena kemarau panjang. Ada sumber air yang masih mengalir, yakni di masjid-masjid, tapi itu pun sudah mulai terbatas juga dan airnya agak berbau,” ujar Adi pada Kamis (26/9) ini.

Global Wakaf menginisiasi sebuah Sumur Wakaf untuk mengatasi dampak dari kekeringan di Desa Bongas. Tim Global Wakaf, kata Adi, telah melakukan pengecekan mata air dengan bor listrik untuk memastikan di mana titik di mana Sumur Wakaf akan dibuat.


“Sumur ini rencananya akan dibangun pada kedalaman 60 meter. Karena tim sudah memperkirakan dengan kedalaman itu sudah cukup untuk mengalirkan air bersih di Desa Bongas. Prosesnya sendiri kita perkirakan akan berjalan selama tiga minggu sampai Sumur Wakaf ini benar-benar selesai,” kata Adi.

Adi berharap Sumur Wakaf ini dapat cepat selesai sehingga bermanfaat untuk warga sekitar, meskipun didirikan di Pondok Pesantren Al Ihsan Sakina, Desa Bongas. Karena nantinya, Sumur Wakaf ini juga akan digunakan secara umum, bukan untuk kebutuhan pesantren saja.

“Untuk sekarang juga beberapa masyarakat juga masih mengambil air di pesantren, jadi Sumur Wakaf ini akan kita tempatkan juga di sini. Sehingga ke depannya, seluruhwarga sekitar bisa mengambil air ke pesantren ini juga. Mudah-mudahan sumur ini selanjutnya bisa menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan air di Desa Bongas,” ujar Adi. []

Bagikan

Terpopuler