Sumur Wakaf Jadi Solusi Krisis Air Pengungsi Rohingya

Global Wakaf - ACT melalui program sumur wakaf berikhtiar menjembatani pewakif dengan masyarakat yang membutuhkan, salah satunya pengungsi Rohingya di Rakhine.

Pengungsi Rohingya di Desa U Yin Thar, Sittwe, Rakhine, menerima bantuan sumur wakaf. (ACTNews)

ACTNews, RAKHINE – Pembangunan Sumur Wakaf di Desa U Yin Thar, Sittwe, Rakhine, terus berlanjut. Pengadaan sumber air di desa U Yin Thar memang menjadi hal krusial karena warga di sana bertahun terjebak kekeringan

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response - Aksi Cepat Tanggap melaporkan, pembangunan berlanjut pada pekan pertama November. “Kondisi masih sangat terbatas semisal di satu wilayah ada 2.600 keluarga, namun hanya dua pompa sumur yang hanya dapat mendukung kebutuhan 50 keluarga. Kebutuhan mereka masih jauh dari cukup terpenuhi,” kata Firdaus, Jumat (13/11).

Sumur pompa atau tube well merupakan jenis sumur yang hanya dapat bertahan maksimal di tahun ke 4. Firdaus mengatakan, sumber air yang mengering banyak menyebabkan warga tidak bisa menggunakan lagi sumur pompa mereka yang dibangun beberapa tahun sebelumnya dan diperlukan pembangunan sumur pompa di sumber air baru.

Krisis air memang menjadi salah satu masalah terburuk etnis Rohingya. Selain di Rakhine, ratusan ribu Rohingya yang mengungsi di Cox’s Bazar pun mengalami hal serupa. “Untuk itu perlu ada dukungan yang kuat dan berkelanjutan dari para dermawan. Semoga bantuan kita menjadi salah satu solusi,” pungkas Firdaus. []