Sumur Wakaf Jadi Solusi Krisis Air Warga Palestina di Jabalia

Pembangunan sumur wakaf merupakan solusi dari permasalahan warga di sekitar Masjid Al Hassan bin Ali di Jabalia, di Beit Lahia, Gaza Utara, yang membutuhkan air bersih.

Proses pembuatan sumur wakaf di Palestina.
Proses pembangunan Sumur Wakaf di Palestina. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Wilayah Gaza telah lama mengalami krisis air bersih. Padahal, secara geografis wilayah Gaza berada di dekat pantai, yang seharusnya memiliki banyak air bersih yang bersumber dari aliran di dataran yang lebih tinggi. Namun, sistem drainase dan tata kota Israel didesain untuk membelokkan aliran air dari daratan yang lebih tinggi, sehingga membuat air bersih tidak mengalir melewati Gaza.

Alhasil, Gaza hanya mengandalkan air tanah yang keasaman dan kadar garamnya tinggi, untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Visualizing Palestine 101 mendata, 80 liter dari 90 liter air yang diminum penduduk Palestina di Gaza per harinya adalah air yang terkontaminasi. 

"Dan hal ini memang benar adanya. Ditambah lagi sistem pengelolaan air di Gaza juga belum memadai. Sehingga, jika warga ingin menggali sumur pun, mereka juga harus menyediakan sistem penyaringan airnya," jelas Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response ACT, Jumat (7/5/2021).

Buruknya kondisi air di Gaza mendorong ACT bersama Global Wakaf untuk terus membangun Sumur Wakaf yang dilengkapi sistem penyaringan air. Sistem ini sangat diperlukan agar air yang dikonsumsi adalah air yang layak.

Sementara itu, Masjid Al Hassan bin Ali di Jabalia, di Beit Lahia, Gaza Utara dipilih sebagai salah satu tempat pembangunan Sumur Wakaf pada Mei ini "Tempat ini dipilih karena penduduk di sekitar masjid merupakan keluarga prasejahtera dan tidak memiliki sanitasi air yang cukup baik, begitu juga sanitasi air yang terdapat di masjid," imbuh Said.

Said menjelaskan, Sumur Wakaf ini dibangun dengan pipa 12 inci dan dengan kedalaman 56 meter. Sumur ini juga dapat menghasilkan hingga 10.000 liter air per jamnya. Masyarakat sekitar tidak perlu khawatir terhadap kebersihan airnya, karena air dari sumur tersebut akan disuplai ke tangki air dan melewati sistem penyaringan sehingga air yang dihasilkan menjadi bersih dan layak dikonsumsi.

Nampak warga sekitar sangat antusias dengan pembangunan ini, mereka bahu membahu, bekerja sama dengan tim ACT untuk menyelesaikan sumur wakaf tersebut.

"Para jemaah masjid dan juga penduduk sekitar yang sebelumnya sulit untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan dalam beribadah seperti mengambil wudu dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, kini dapat tersenyum bahagia karena permasalahannya tersebut telah selesai," ujar Said.[]